PADANG, Katasulsel.com – Jajaran Polda Sumatera Barat tak mau kecolongan menghadapi arus mudik Idulfitri 1447 H/2026 M. Strategi disiapkan sejak dini. Salah satunya lewat Tactical Floor Game (TFG), forum pematangan skenario rekayasa lalu lintas yang digelar serius dan terukur.
TFG bertema Penyusunan Rekayasa Arus Lalu Lintas Libur Mudik Idul Fitri 1447 H/2026 M itu dipimpin langsung Direktur Lalu Lintas Kombes Pol. H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq melalui Wakil Dirlantas AKBP Agung Pranajaya. Seluruh Kasat Lantas di wilayah Sumbar dikumpulkan. Satu meja. Satu peta besar. Satu misi: mudik aman dan lancar.
Dalam istilah kepolisian, TFG bukan sekadar rapat biasa. Ini “gladi meja” sebelum pasukan turun ke lapangan. Semua potensi kepadatan dipetakan. Titik rawan atau black spot kecelakaan dibedah. Kawasan rawan macet alias trouble spot diurai satu per satu.
Dirlantas menegaskan, persiapan matang adalah kunci. Arus mudik bukan agenda dadakan. Lonjakan kendaraan sudah bisa diprediksi. Karena itu, skema seperti one way, contra flow, hingga pengalihan arus alternatif mulai dimatangkan dari sekarang.
“TFG ini jadi ruang koordinasi untuk menyusun rencana komprehensif. Target kita jelas: arus mudik berjalan lancar, aman, dan nyaman,” tegasnya, Kamis (5/3/2026).
Wadirlantas AKBP Agung Pranajaya menambahkan, hasil Tactical Floor Game akan menjadi fondasi penyusunan rencana operasi pengamanan. Semua kebijakan harus berbasis data dan analisis. Tidak boleh spekulatif.
Evaluasi arus mudik tahun-tahun sebelumnya juga jadi bahan penting. Apa yang kurang? Di mana titik kemacetan terparah? Bagaimana pola pergerakan kendaraan roda dua dan roda empat? Semua dibuka terang-benderang.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari kesiapan menuju Operasi Ketupat 2026. Sebuah operasi kemanusiaan tahunan yang menjadi “ritual” pengamanan mudik secara nasional.
Tak hanya strategi teknis, pesan moral juga ditegaskan. Slogan keselamatan kembali digaungkan: Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan.
Karena sejatinya, mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung. Tapi perjalanan pulang dengan selamat. (*)
Penulis: Lentini Krisna



Tinggalkan Balasan