BUTON UTARA – Sebuah unggahan di media sosial kini memicu polemik baru di Buton Utara.

Akun Facebook bernama “Abisukra” menjadi sorotan setelah diduga mengubah tampilan sebuah berita yang diterbitkan media online Sibersultra.com, kemudian menyebarkannya kembali dengan narasi berbeda di ruang publik digital.

Persoalan ini berkembang cepat setelah manajemen Sibersultra.com menyatakan akan menempuh langkah resmi bersama tim pendamping dari LBH Barata Keadilan Sulawesi Tenggara.

Yang menjadi perhatian bukan sekadar perdebatan soal isi berita, melainkan dugaan adanya perubahan tampilan produk jurnalistik yang kemudian diedarkan kembali kepada publik dengan pesan yang berbeda dari publikasi aslinya.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Unggahan yang beredar memperlihatkan tampilan berita Sibersultra.com mengenai polemik pengangkatan kepala sekolah di Kabupaten Buton Utara.

Pada versi yang beredar di media sosial, tampilan berita tersebut telah diberi label besar bertuliskan “Hoax” disertai narasi yang bertolak belakang dengan judul yang dipublikasikan media tersebut.

Kemunculan konten itu langsung memantik perdebatan di kalangan warganet. Sebagian mempertanyakan keaslian informasi yang beredar, sementara yang lain menyoroti praktik penyebaran ulang konten yang telah mengalami perubahan tampilan.

Pimpinan Redaksi Sibersultra.com, La Ode Yus Asman, menilai tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat karena publik bisa saja kesulitan membedakan mana informasi asli dan mana yang telah mengalami perubahan.

Menurutnya, berita yang diterbitkan medianya disusun berdasarkan dokumen resmi yang berkaitan dengan hasil pengawasan dan pengendalian kepegawaian di Kabupaten Buton Utara.

Ia menyayangkan munculnya unggahan yang dianggap dapat membentuk persepsi berbeda terhadap informasi yang sebelumnya telah dipublikasikan.

“Jika ada pihak yang memiliki pandangan berbeda terhadap suatu pemberitaan, ruang klarifikasi selalu terbuka. Namun yang menjadi persoalan adalah ketika informasi yang beredar sudah mengalami perubahan tampilan dan kemudian dikonsumsi publik sebagai informasi utuh,” ujarnya.

Di sisi lain, LBH Barata Keadilan Sulawesi Tenggara menyatakan akan mendampingi proses yang akan ditempuh oleh pihak media.

Menurut mereka, fenomena manipulasi konten di media sosial menjadi tantangan serius di era digital karena berpotensi menciptakan kebingungan informasi di tengah masyarakat.

Kasus ini pun berkembang menjadi perbincangan luas di Buton Utara.

Bukan hanya soal siapa yang benar atau salah, tetapi juga menyangkut bagaimana masyarakat dapat membedakan informasi asli dengan konten yang telah mengalami modifikasi sebelum disebarluaskan kembali.

Di era media sosial saat ini, satu unggahan yang telah diubah tampilannya dapat menyebar jauh lebih cepat dibandingkan proses klarifikasi yang menyusul kemudian.

Lanjut ………….

Karena itu, banyak pihak berharap persoalan ini dapat segera menemukan titik terang sehingga publik memperoleh kejelasan mengenai informasi yang beredar dan tidak terjebak dalam arus perdebatan yang berkepanjangan.

Sementara itu, rencana pelaporan terhadap akun Facebook “Abisukra” disebut akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Perkembangan kasus tersebut kini menjadi perhatian masyarakat Buton Utara yang menunggu kejelasan atas polemik yang terus bergulir di ruang digital. (*)

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.