Sidrap, katasulsel.com – Kunjungan Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (12/3/2026) tentu punya sisi lain.
Katasulsel.com mencoba menelisiknya. Salah-satunya soal gestur Amalia.
Menemui wartawan di rumah jabatan (Rujab) Bupati, Amalia terlihat sangat cantik. Ia kelihatan fresh banget menjawab setiap pertawanyaan yang diajukan.
Begitu pun usai melakukan kunjungan ke lapangan. Dari wajahnya, tampak jelas rasa kagum tergambar.
Bahkan, di sela kunjungannya di PT Cahaya Mario, salah satu sentra peternakan ayam petelur terbesar di Sidrap itu, Amalia terlihat tersenyum lebar.
“Kalu gini, pingin deh rasanya berada di Sidrap lebih lama, menyaksikan langsung jutaan ayam bertelur setiap harinya, juga dengan lahan-lahan pertaniannya yang hijau,” tutur Amalia.
Bagi Amalia. Sidrap itu luar biasa.
Tidak heran, kata dia, ekonomi Sidrap sangat maju (tertinggi di Sulsel, red) saat ini.
Di mata Amalia lagi, semua tampak terencana, dari pertanian hingga peternakan, “Bupatinya memang keren, punya fokus, punya target memimpin pemerintahan,” ujarnya
Kepala BPS RI itu juga menekankan, Sidrap adalah contoh nyata daerah yang menggabungkan produksi, pengolahan, dan distribusi pangan secara modern, sehingga pertumbuhan ekonominya bisa mencapai 7,71 persen pada 2025, tertinggi di Sulawesi Selatan.
Selama kunjungan, mata Amalia tak lekang oleh
Tak hanya itu, Amalia juga tampak antusias, mencatat setiap detail yang diaggapnya banyak ditemukan di Sidrap dan tidak ada di daerah lainnya di Indonesia.
Menurutnya, sidrap bukan sekadar produsen pangan, tetapi ekosistem ekonomi lengkap yang memadukan pertanian, industri, dan distribusi.
Kepala BPS RI menegaskan kunjungannya bukan sekadar seremonial.
Ia ingin memastikan data yang dikumpulkan Sidrap menjadi fondasi bagi kebijakan pembangunan berbasis statistik, agar kebijakan yang diambil pemerintah pusat maupun daerah tepat sasaran.
Dengan pendekatan ini, masyarakat merasakan manfaat nyata: stabilitas harga pangan, ketersediaan beras, dan penguatan ekonomi lokal.
Di akhir kunjungan, Amalia kembali menatap hamparan sawah yang hijau dan padang peternakan yang luas. Dengan nada kagum, ia berujar, “Kalau semua daerah punya fokus dan target seperti Sidrap, Indonesia akan punya banyak lumbung ekonomi yang maju.”
Sidrap pun tampil sebagai simbol daerah yang mampu memadukan potensi alam dengan manajemen cerdas dan pembangunan berbasis data.
Dari pandangan Amalia, Sidrap bukan hanya contoh statistik, tapi juga inspirasi bagi daerah lain di Sulawesi dan Indonesia Timur. (edy)



Tinggalkan Balasan