Makassar, Katasulsel.com β Masalah air bersih yang masih dirasakan ribuan warga di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, mendapat perhatian dari Bendahara Umum DPN PERMAHI, Andi Hans Tayyeb Adrian, S.H. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa lagi dianggap sekadar gangguan teknis atau masalah pipa semata.
Andi Hans menilai, sulitnya warga mendapatkan air bersih sudah menyangkut kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi Tallo merupakan salah satu wilayah dengan jumlah penduduk yang cukup padat di Kota Makassar.
“Di tengah pembangunan yang terus berjalan, masih ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Ini tentu menjadi perhatian serius karena air adalah kebutuhan utama setiap warga,” ujarnya, Minggu, 14 Juni 2026
Menurut Andi Hans, air bersih bukan barang mewah yang hanya bisa dinikmati sebagian orang. Air bersih adalah hak masyarakat yang harus dijamin oleh pemerintah.
Ia menegaskan, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh warga bisa mendapatkan akses air bersih yang layak, aman, dan terjangkau.
“Kalau masyarakat harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan air bersih, maka ini bukan lagi sekadar masalah pelayanan, tetapi menyangkut hak warga yang belum terpenuhi,” katanya.
Selain menyulitkan aktivitas sehari-hari, krisis air bersih juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Kurangnya akses air bersih dapat memicu berbagai penyakit, mulai dari diare, penyakit kulit, hingga gangguan kesehatan akibat buruknya sanitasi lingkungan.
Tak hanya itu, banyak warga yang terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air dari pihak lain dengan harga yang lebih mahal. Kondisi tersebut tentu memberatkan ekonomi keluarga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Andi Hans menilai penyelesaian masalah ini harus dilakukan secara serius dan menyeluruh. Menurutnya, berbagai persoalan seperti kapasitas infrastruktur yang terbatas, kebocoran jaringan, pertumbuhan penduduk, hingga perencanaan yang kurang matang perlu menjadi perhatian pemerintah.
“Jangan hanya mencari solusi sementara. Yang dibutuhkan masyarakat adalah solusi jangka panjang agar persoalan air bersih tidak terus berulang setiap tahun,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya proyek fisik atau tingginya pertumbuhan ekonomi. Yang lebih penting adalah bagaimana kebutuhan dasar masyarakat benar-benar terpenuhi.
“Kita sedang berbicara tentang air, kebutuhan yang digunakan warga setiap hari untuk minum, memasak, mandi, dan menjaga kesehatan keluarga. Karena itu, persoalan ini harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Andi Hans berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat duduk bersama mencari jalan keluar yang nyata bagi warga Tallo.
“Jangan sampai di tengah cita-cita Indonesia Emas 2045, masih ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Negara harus hadir dan memberikan solusi yang dirasakan langsung oleh rakyat,” pungkasnya.
DPN PERMAHI pun menyatakan siap mengawal kebijakan yang berpihak kepada masyarakat agar persoalan air bersih di Tallo bisa segera teratasi dan tidak terus menjadi keluhan warga dari tahun ke tahun. (*)
