Ragam, Katasulsel.com β Layanan bus Andalan Trans Sulsel mencatat 1,15 juta penumpang sejak beroperasi pada Juni 2025 hingga awal Juni 2026. Capaian tersebut menjadi gambaran penggunaan transportasi publik di kawasan Makassar dan sekitarnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melaporkan jumlah penumpang tersebut melalui publikasi mengenai perkembangan layanan Andalan Trans Sulsel. Layanan ini dioperasikan untuk mendukung mobilitas masyarakat melalui transportasi umum yang terjangkau.
Selain jumlah penumpang, tarif perjalanan menjadi salah satu informasi penting bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan tersebut. Tarif umum Andalan Trans Sulsel ditetapkan sebesar Rp4.600 per perjalanan.
Sementara itu, tarif khusus sebesar Rp2.000 berlaku bagi kelompok tertentu, termasuk pelajar, mahasiswa, lanjut usia, dan penyandang disabilitas, sesuai ketentuan yang berlaku.
Tiga Koridor dan 37 Armada Bus
Andalan Trans Sulsel melayani masyarakat melalui tiga koridor dengan dukungan 37 armada bus. Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi memperluas pilihan transportasi publik di kawasan perkotaan dan wilayah sekitarnya.
Keberadaan bus umum dapat memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang beraktivitas untuk bekerja, bersekolah, maupun mengakses layanan publik.
Namun, jumlah penumpang saja belum cukup untuk mengukur keberhasilan layanan secara menyeluruh. Frekuensi keberangkatan, ketepatan waktu, keterjangkauan halte, serta kesesuaian rute dengan kebutuhan masyarakat juga menentukan kualitas pelayanan.
Tarif Terjangkau Perlu Diikuti Kualitas Layanan
Tarif umum Rp4.600 dan tarif khusus Rp2.000 memberikan pilihan perjalanan bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan. Meski demikian, informasi mengenai tarif dan kategori penerima tarif khusus perlu diperiksa kembali sebelum perjalanan karena kebijakan operasional dapat berubah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menerima penghargaan nasional pada 26 Oktober 2026 terkait inovasi layanan transportasi publik yang terjangkau dan terintegrasi.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari perkembangan kebijakan transportasi publik di Sulawesi Selatan. Adapun angka 1,15 juta penumpang dalam laporan ini merupakan akumulasi hingga awal Juni 2026, bukan jumlah penumpang sepanjang Oktober 2026.
Perkembangan Andalan Trans Sulsel masih perlu dilihat melalui data penumpang terbaru, ketepatan jadwal, dan evaluasi kebutuhan pengguna agar layanan transportasi publik semakin sesuai dengan aktivitas masyarakat.
