hilyahmardhiyah04@gmail.com
SIDRAP – Di balik suasana belajar yang tampak biasa di sekolah, ancaman bullying masih menjadi persoalan yang tidak bisa dianggap remeh. Ejekan, pengucilan, hingga perundungan verbal sering kali dianggap sekadar candaan, padahal dapat meninggalkan dampak psikologis yang panjang bagi anak.
Kondisi inilah yang mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menghadirkan program edukasi anti-bullying di Kabupaten Sidrap.
Melalui program bertajuk “Aku Teman, Bukan Lawan: Edukasi Membangun Sekolah Ramah dan Bebas Bullying”, mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Hasanuddin, Hilyah Mardhiyah, memberikan edukasi kepada siswa kelas VI SDN 1 Tonronge, Desa Tonrong Rijang, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, Kamis (23/7/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran sejak dini agar anak-anak Sidrap mampu mengenali, mencegah, dan melawan praktik bullying di lingkungan sekolah.
Anak Sidrap Perlu Paham, Bullying Bukan Candaan
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan mengenai berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah.
Mulai dari ejekan terhadap fisik, penghinaan, pengucilan dalam pergaulan, hingga perundungan melalui media sosial yang kini mulai menjangkau anak-anak usia sekolah dasar.
Menurut Hilyah, masih banyak siswa yang belum memahami bahwa tindakan yang mereka anggap bercanda sebenarnya dapat menyakiti teman dan berdampak pada kesehatan mental korban.
“Anak-anak perlu memahami bahwa setiap ucapan dan tindakan memiliki dampak. Melalui edukasi ini kami ingin membangun budaya saling menghargai di sekolah-sekolah Sidrap,” ujarnya.
Sekolah Ramah Anak Jadi Kunci
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa mengenai bullying.
Setelah itu, peserta mendapatkan materi mengenai definisi bullying, jenis-jenis perundungan, dampak terhadap korban, hingga langkah yang harus dilakukan ketika menyaksikan atau mengalami tindakan bullying.
Suasana berlangsung interaktif. Siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, serta berbagi pengalaman yang pernah mereka lihat atau alami.
Sejumlah siswa bahkan berani menyampaikan pendapat mengenai pentingnya saling menghormati dan menjaga perasaan teman di lingkungan sekolah.
Sidrap Tak Hanya Fokus Infrastruktur, Tapi Juga Karakter Anak
Di tengah berbagai pembangunan yang berlangsung di Kabupaten Sidrap, isu pembentukan karakter dan kesehatan mental anak mulai mendapat perhatian lebih luas.
Edukasi seperti ini dinilai penting karena sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang membentuk generasi yang berkarakter, berempati, dan mampu hidup berdampingan dengan sesama.
Bullying yang tidak dicegah sejak dini berpotensi memengaruhi rasa percaya diri anak, prestasi belajar, hingga hubungan sosial mereka di masa depan.
Karena itu, menciptakan sekolah ramah anak menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya guru dan orang tua, tetapi juga para siswa itu sendiri.
Mahasiswa Unhas Dorong Gerakan Sekolah Bebas Bullying di Sidrap
Sebagai penutup kegiatan, siswa kembali mengikuti post-test untuk melihat peningkatan pemahaman setelah menerima edukasi.
Hasil evaluasi menunjukkan siswa lebih memahami bentuk-bentuk bullying serta pentingnya mengambil sikap ketika menemukan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap semakin banyak sekolah di Sidrap yang membangun budaya saling menghargai, saling mendukung, dan bebas dari bullying.
Sebab bagi generasi muda Sidrap, prestasi akademik saja tidak cukup. Mereka juga perlu tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh penghargaan terhadap sesama.
Penulis: Hilyah Mardhiyah
Mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin
- Sidrap Punya Banyak Desa, Justru Lise Selalu Jadi Perbincangan Saat Musim Panen Tiba
- Banyak Anak Sidrap Pelihara Hewan, Tapi Tahukah Cara Aman Berinteraksi? Mahasiswa KKN Unhas Turun ke Sekolah Lewat Program SIPAKATAU
- Bukan Sekadar Belajar, Siswa SMP di Sidrap Diajari Cara Selamat Saat Bencana dan Cegah Kecelakaan Sejak Dini
- Dari Salobukkang untuk Sidrap: Mahasiswa KKN Unhas Tanamkan Budaya Cuci Tangan pada Ratusan Siswa Lewat Program MASSUDDI
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
