SIDRAP — Tidak sedikit warga yang merasa tubuhnya sehat, masih aktif bekerja, dan jarang mengeluh sakit. Namun ketika tekanan darah diperiksa, hasilnya justru menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.

Fenomena inilah yang membuat hipertensi dijuluki sebagai “silent killer” atau pembunuh senyap. Penyakit ini sering berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi diam-diam meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga kematian.

Ancaman tersebut menjadi perhatian Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin yang menggelar penyuluhan kesehatan bertajuk “Cegah Hipertensi dengan Edukasi dan Pola Hidup Sehat” di Aula Kantor Kelurahan Benteng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Jumat, 24 Juli 2026.

Kegiatan yang dibawakan oleh Nur Azizah Umaerah, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, diikuti oleh 23 warga Kelurahan Benteng yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian edukasi.

Di Kabupaten Sidrap, perubahan pola makan dan gaya hidup menjadi tantangan tersendiri bagi upaya pencegahan penyakit tidak menular. Konsumsi makanan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, hingga stres yang tidak terkelola dengan baik menjadi faktor yang dapat memicu peningkatan tekanan darah.

Ironisnya, banyak penderita hipertensi baru mengetahui kondisi mereka setelah muncul komplikasi atau saat menjalani pemeriksaan kesehatan.

Melalui penyuluhan tersebut, peserta diajak mengenali lebih jauh apa itu hipertensi, faktor risiko yang menyebabkannya, serta dampak serius yang dapat muncul apabila kondisi tersebut tidak dicegah sejak dini.

Materi juga menyoroti sejumlah kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele, padahal berkontribusi besar terhadap meningkatnya risiko tekanan darah tinggi.

Menurut Nur Azizah Umaerah, edukasi menjadi langkah penting karena kesadaran masyarakat mengenai hipertensi masih perlu terus ditingkatkan.

“Sering kali seseorang merasa sehat padahal tekanan darahnya sudah tinggi. Karena itu pencegahan dan deteksi dini menjadi sangat penting,” ujarnya.

Selain menjelaskan bahaya hipertensi, peserta juga diberikan panduan sederhana mengenai langkah-langkah menjaga tekanan darah tetap normal.

Mulai dari mengurangi konsumsi garam berlebihan, memperbanyak makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, hingga mengelola stres dengan baik.

Pemeriksaan tekanan darah secara berkala juga menjadi salah satu poin utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut. Sebab tanpa pemeriksaan rutin, hipertensi sering berkembang tanpa disadari.

Sebelum penyampaian materi, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal mengenai hipertensi. Setelah sesi edukasi selesai, warga terlihat aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait pola hidup sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan informasi kesehatan di tingkat masyarakat masih sangat tinggi, terutama terkait penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun.

Bagi masyarakat Sidrap, hipertensi bukan lagi penyakit yang hanya menyerang kelompok usia lanjut. Kini, risiko tersebut juga mulai mengintai usia produktif akibat perubahan gaya hidup dan pola konsumsi.

Karena itu, edukasi kesehatan seperti yang dilakukan Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin menjadi langkah penting dalam membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.

Sebab pada akhirnya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Dan untuk hipertensi, pencegahan bisa dimulai dari langkah paling sederhana: menjaga pola hidup sehat dan rutin memeriksa tekanan darah.


Penulis: Nur Azizah Umaerah
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Topik Terkait: Sidrap
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini