Sidrap, Katasulsel.com — katasulsel.com – Ada yang berbeda di Lapangan Cahaya Muda, Baranti, Jumat, 8 Agustus 2026, malam. Ribuan warga memang berkumpul untuk membuka rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Namun yang terlihat bukan sekadar lomba dan seremoni tahunan.

Baranti seperti sedang menunjukkan wajah baru Sidrap.

Lapangan dipenuhi warga. Stan UMKM berjejer. Anak-anak, mahasiswa KKN, tokoh agama, aparat keamanan hingga pejabat daerah bercampur tanpa sekat. Suasananya lebih menyerupai festival rakyat ketimbang pembukaan lomba 17 Agustus.

Yang paling menarik justru bukan panggung utama.

Melainkan transaksi ekonomi yang terjadi di pinggir lapangan.

Sekitar 50 pelaku UMKM dari desa dan kelurahan se-Kecamatan Baranti membuka lapak. Dari makanan tradisional, minuman, kerajinan hingga produk rumahan.

Hasilnya mengejutkan.

Perputaran uang disebut mencapai rata-rata Rp25 juta per hari.

Jika berlangsung hingga puncak perayaan 17 Agustus, angka transaksi itu berpotensi menembus ratusan juta rupiah hanya dari satu kecamatan.

Artinya, perayaan kemerdekaan tidak lagi sekadar menghabiskan anggaran.

Tetapi mulai menjadi mesin ekonomi masyarakat.

“Ini luar biasa. Warga bukan hanya menonton, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi,” kata sejumlah pengunjung yang memadati area UMKM.

Fenomena itu tampaknya tidak luput dari perhatian Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.

Usai membuka kegiatan, ia justru memilih berjalan dari satu stan ke stan lainnya.

Yang terjadi kemudian membuat banyak pedagang tersenyum lebar.

Bupati membeli berbagai produk yang dijual pelaku UMKM.

Bukan untuk dibawa pulang.

Tetapi langsung dibagikan kembali kepada masyarakat yang hadir.

Lapangan mendadak riuh.

Warga berebut menerima produk yang dibeli dari para pedagang.

Pelaku UMKM senang karena dagangannya laku.

Masyarakat senang karena mendapat rezeki.

Suasana yang jarang terlihat dalam pembukaan perayaan kemerdekaan.

Dalam sambutannya, Syaharuddin menyebut konsep perayaan di Baranti bahkan sudah setara kegiatan tingkat kabupaten.

Alasannya sederhana.

Karena hampir seluruh kegiatan lahir dari gotong royong masyarakat.

Bukan semata program pemerintah.

“Kegiatan ini bukti persatuan warga Baranti. Kekompakan seperti ini yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Baranti memang sedang menikmati momentum.

Di tengah geliat pertanian Sidrap yang terus mencatat berbagai capaian, kecamatan ini juga mulai menunjukkan kekuatan ekonomi rakyatnya.

Perayaan HUT RI tahun ini menjadi panggung untuk memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya soal jalan dan gedung.

Tetapi juga tentang bagaimana uang berputar di masyarakat.

Bagaimana warga ikut menikmati manfaatnya.

Dan bagaimana semangat kemerdekaan diterjemahkan menjadi gerakan ekonomi bersama.

Malam itu, ribuan warga datang untuk merayakan Indonesia.

Namun mereka pulang dengan cerita lain.

Bahwa Baranti sedang tumbuh.

Dan pertumbuhan itu terasa langsung di kantong masyarakat.(*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini