Nayla Amirah Ramli
naylamirhr1509@gmail.com

SIDRAP — Keselamatan di lingkungan sekolah sering kali dianggap hal yang biasa, hingga sebuah kecelakaan atau bencana benar-benar terjadi. Padahal, kemampuan mengenali bahaya dan mengambil tindakan yang tepat saat kondisi darurat merupakan keterampilan penting yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah.

Kesadaran itulah yang mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas), Nayla Amirah Ramli, menghadirkan program edukasi bertajuk SIAGA SEKOLAH (Gerakan Membangun Budaya Keselamatan melalui Edukasi K3, Pengenalan Potensi Bahaya, Pencegahan Risiko, dan Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Sekolah) di SMP Negeri 3 Baranti, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Senin (27/7/2026).

Sebanyak 41 siswa kelas VII mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Program ini dirancang untuk membangun kesadaran bahwa keselamatan bukan hanya urusan guru atau pihak sekolah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keselamatan peserta didik, edukasi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan sekolah menjadi kebutuhan yang semakin relevan. Aktivitas sehari-hari di sekolah, mulai dari kegiatan belajar di kelas, olahraga, hingga aktivitas di luar ruangan, memiliki potensi risiko yang perlu dikenali dan dicegah.

Melalui program SIAGA SEKOLAH, para siswa diajak memahami konsep dasar K3, mengenali berbagai potensi bahaya yang mungkin ditemui di lingkungan sekolah, serta mempelajari langkah-langkah sederhana untuk mencegah kecelakaan.

Namun yang membuat kegiatan ini berbeda adalah adanya simulasi kesiapsiagaan bencana yang dikemas secara interaktif.

Salah satu materi yang mendapat perhatian besar dari peserta adalah simulasi Drop, Cover, and Hold On, yaitu teknik perlindungan diri saat terjadi gempa bumi. Dalam simulasi tersebut, siswa diajarkan cara berlindung yang benar untuk meminimalkan risiko cedera ketika terjadi guncangan.

Suasana belajar berlangsung dinamis. Selain pemaparan materi, mahasiswa KKN juga menghadirkan permainan edukatif dan diskusi interaktif agar siswa lebih mudah memahami konsep keselamatan yang sering dianggap rumit.

Metode tersebut terbukti efektif. Para siswa tampak aktif menjawab pertanyaan, mengikuti simulasi, serta terlibat dalam berbagai aktivitas yang disiapkan selama kegiatan berlangsung.

Penanggung jawab program, Nayla Amirah Ramli, menjelaskan bahwa membangun budaya keselamatan harus dimulai sejak dini agar menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui program SIAGA SEKOLAH, kami ingin menanamkan bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap siswa. Dengan memahami potensi bahaya dan cara pencegahannya, diharapkan siswa dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, sehat, dan nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan mengenali risiko dan mengambil keputusan yang tepat saat menghadapi situasi darurat merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda yang tangguh.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa terkait keselamatan di sekolah dan kesiapsiagaan bencana. Setelah seluruh materi dan simulasi selesai diberikan, peserta kembali mengikuti post-test untuk melihat peningkatan pemahaman yang diperoleh selama kegiatan.

Program SIAGA SEKOLAH juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs Nomor 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDGs Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan karakter, kesehatan, dan keselamatan.

Dari ruang kelas SMP Negeri 3 Baranti, pesan sederhana itu disampaikan dengan jelas: keselamatan bukanlah kebiasaan yang muncul saat terjadi musibah, melainkan budaya yang harus dibangun setiap hari.

Ketika siswa mampu mengenali bahaya, memahami risiko, dan mengetahui langkah penyelamatan diri, maka sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang yang melahirkan generasi yang lebih siap, tangguh, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun lingkungan sekitarnya.

Penulis: Nayla Amirah Ramli
Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin Angkatan 69 – Program Studi Kesehatan Masyarakat, Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Topik Terkait: Sidrap
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini