Sidrap, katasulsel.com — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tak sekadar seremoni.

Di momen itu, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif melontarkan pesan keras yang langsung menyasar para kepala sekolah.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Syaharuddin menegaskan tidak akan ragu melakukan mutasi terhadap kepala sekolah yang dinilai tidak menunjukkan perubahan signifikan dalam memajukan pendidikan.

Di hadapan ratusan peserta upacara yang didominasi guru dan kepala sekolah se-Sidrap, ia meluruskan makna peringatan Hardiknas. Menurutnya, pendidikan bukan soal simbol atau pencitraan.

“Makna hari pendidikan itu bukan memajang foto bupati dan wakil bupati di sekolah. Bukan juga baliho di depan kelas. Yang utama adalah bagaimana meningkatkan SDM, mencetak anak didik yang cerdas dan berakhlak,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kondisi fisik sekolah yang harus mencerminkan budaya bersih dan tertib, bukan sekadar tampilan luar.

“Jangan sampai sekolah hanya bersih di bagian depan, tapi di dalam jorok. Saya tidak mau seperti itu, saya tidak mau kamuflase,” ujarnya dengan nada tegas.

Syaharuddin mengungkapkan, selama kurang lebih satu tahun tiga bulan memimpin Sidrap, ia telah melihat adanya pergerakan di sektor pendidikan.

Namun, menurutnya, perubahan itu belum merata.

“Ada yang sudah berubah, tapi tidak sedikit juga yang belum,” katanya.
Karena itu, ia memberikan peringatan terbuka kepada para kepala sekolah agar segera berbenah dan menunjukkan kinerja nyata.

“Mohon maaf, saya tidak segan untuk memutasi Anda. Dan saya tidak akan pandang bulu,” tegasnya.

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan di kalangan tenaga pendidik.

Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan, pesan Bupati itu dibaca sebagai sinyal kuat bahwa era “jalan di tempat” bagi kepala sekolah di Sidrap segera berakhir. (*)

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita