Enrekang, Katasulsel.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Enrekang tidak sekadar menjadi agenda tahunan penuh seremoni. Di tengah suasana khidmat yang berlangsung di Lapangan Abu Bakar Lambogo, pesan kuat justru mengemuka: pendidikan harus bergerak dari simbol menuju aksi konkret.

Kepala Dinas Pendidikan Enrekang, Erik, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa Hardiknas seharusnya menjadi refleksi kritis sekaligus titik tolak dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ia menilai, tanpa langkah nyata, peringatan tahunan hanya akan menjadi rutinitas tanpa dampak signifikan terhadap kemajuan pendidikan daerah.

“Momentum ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Harus ada langkah konkret yang mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul dan berdaya saing,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan tantangan yang masih dihadapi sektor pendidikan, khususnya di daerah. Akses yang belum merata, keterbatasan sarana, serta kesenjangan kualitas menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan simbolik semata.

Erik juga menyoroti pentingnya inklusivitas dalam sistem pendidikan. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun anak di Enrekang yang tertinggal hanya karena faktor ekonomi atau keterbatasan fasilitas. Pendidikan, menurutnya, adalah hak fundamental yang harus dijamin negara hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Komitmen ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah yang terus berupaya memperkuat infrastruktur pendidikan dan memperluas jangkauan program. Berbagai kegiatan edukatif yang mewarnai Hardiknas tahun ini dinilai sebagai langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif, meski implementasi nyata tetap menjadi kunci utama.

Secara lebih luas, Hardiknas 2026 di Enrekang merepresentasikan kebutuhan akan transformasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga kualitas dan relevansi. Dalam era kompetisi global, kemampuan adaptif dan daya saing generasi muda menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan pendidikan.

Dengan demikian, peringatan ini tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan momentum strategis untuk mempercepat perubahan. Enrekang menaruh harapan besar pada lahirnya generasi yang tidak hanya terdidik, tetapi juga siap menghadapi kompleksitas masa depan.

Semangat yang digaungkan pada Hardiknas tahun ini menjadi penegas bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menuntut konsistensi, keberanian berinovasi, serta keberpihakan pada pemerataan. Tanpa itu, visi mencetak generasi unggul hanya akan menjadi wacana.

Kabupaten Enrekang kini berada di persimpangan penting: melanjutkan tradisi seremonial atau bergerak menuju pembaruan nyata. Pilihan itu, sebagaimana disampaikan Erik, akan menentukan arah masa depan daerah.(fungfi)

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita