SIDRAP — Kebiasaan mencuci tangan sering dianggap sederhana. Namun di balik gerakan kecil itu tersimpan benteng pertama pencegahan berbagai penyakit menular yang masih kerap mengintai anak-anak usia sekolah.
Kesadaran itulah yang mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menghadirkan program MASSUDDI (Membangun Aksi Siswa Sadar untuk Disiplin dalam Implementasi Cuci Tangan Pakai Sabun/CTPS) di Desa Salobukkang, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Program yang diinisiasi Alisya Andini Muhlis, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, ini menyasar tiga sekolah dasar di wilayah Desa Salobukkang, yakni SD Negeri 11 Tanrutedong, SD Negeri 4 Tanrutedong, dan SD Negeri 14 Tanrutedong.
Dilaksanakan secara bertahap pada 17, 20, dan 24 Juli 2026, kegiatan tersebut berhasil menjangkau lebih dari 100 siswa dari kelas I, III, dan V.
Bagi sebagian orang, edukasi mencuci tangan mungkin terdengar biasa. Namun di dunia kesehatan masyarakat, perilaku tersebut merupakan salah satu intervensi paling murah sekaligus paling efektif untuk memutus rantai penyebaran penyakit infeksi seperti diare, cacingan, hingga infeksi saluran pernapasan.
Karena itu, MASSUDDI tidak sekadar mengajarkan teori. Program ini dirancang untuk membangun kebiasaan.
Sejak awal kegiatan, para siswa diajak memahami pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama manfaat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Materi disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak-anak, menggunakan bahasa sederhana, diskusi interaktif, hingga sesi tanya jawab yang membuat suasana belajar terasa lebih hidup.
Menariknya, mahasiswa KKN tidak berhenti pada penyampaian materi. Mereka memanfaatkan media audiovisual melalui pemutaran video lagu enam langkah CTPS yang kemudian diikuti bersama oleh seluruh siswa.
Suasana sekolah pun berubah menjadi ruang belajar yang penuh keceriaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti gerakan demi gerakan sambil menghafalkan tahapan mencuci tangan yang benar.
Setelah itu, siswa langsung mempraktikkan enam langkah CTPS dengan pendampingan mahasiswa KKN dan guru sekolah.
Metode belajar sambil praktik ini terbukti efektif. Anak-anak tidak hanya mengetahui pentingnya mencuci tangan, tetapi juga memahami cara melakukannya secara benar.
Di tengah berbagai tantangan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat, pendidikan kesehatan sejak usia dini menjadi investasi jangka panjang yang sangat penting. Anak-anak yang terbiasa menjaga kebersihan diri cenderung tumbuh menjadi generasi yang lebih sadar kesehatan dan mampu menularkan kebiasaan baik kepada lingkungan sekitarnya.
Antusiasme peserta menjadi gambaran keberhasilan program tersebut. Selama kegiatan berlangsung, siswa aktif menjawab pertanyaan, mengikuti gerakan pada video edukasi, hingga bersemangat mempraktikkan enam langkah CTPS.
Respon positif juga datang dari pihak sekolah. Kehadiran mahasiswa KKN Profesi Kesehatan disebut memberikan pengalaman baru bagi siswa melalui metode pembelajaran yang berbeda dari biasanya.
Guru-guru menilai pendekatan yang memadukan edukasi, hiburan, dan praktik langsung membuat siswa lebih mudah memahami pesan kesehatan yang disampaikan.
Alisya Andini Muhlis mengatakan, tujuan utama MASSUDDI bukan hanya memberikan pengetahuan sesaat, melainkan membangun kebiasaan yang dapat terus dilakukan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa mencuci tangan dengan sabun bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan diri. Jika kebiasaan ini tertanam sejak dini, manfaatnya akan dirasakan hingga mereka dewasa,” ujarnya.
Program MASSUDDI juga menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa di Kabupaten Sidrap tidak hanya hadir dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi menyentuh langsung persoalan dasar yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.
Dari ruang-ruang kelas di Desa Salobukkang, langkah kecil itu kini mulai tumbuh menjadi gerakan bersama. Sebab menjaga kesehatan, pada akhirnya, selalu dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Penulis: Alisya Andini Muhlis
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin – KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Desa Salobukkang, Sidrap
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
