Sidrap, Katasulsel.com — Selama ini daun kelor lebih dikenal sebagai pelengkap sayur di meja makan masyarakat Sulawesi Selatan. Namun di Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng, daun yang tumbuh subur di pekarangan warga itu mulai diperkenalkan dalam bentuk yang berbeda: teh herbal.

Inovasi sederhana tersebut hadir melalui program “Teh Mappedising”, yang digelar Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin sebagai bagian dari edukasi kesehatan masyarakat untuk mencegah hipertensi.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026 itu mendapat perhatian warga karena mengangkat potensi tanaman lokal yang selama ini mudah ditemukan, tetapi belum banyak dimanfaatkan secara maksimal sebagai minuman kesehatan.

Hipertensi Masih Jadi Ancaman Diam-Diam

Di banyak daerah, termasuk Kabupaten Sidrap, hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering tidak disadari penderitanya.

Banyak warga baru mengetahui tekanan darahnya tinggi setelah mengalami keluhan atau menjalani pemeriksaan kesehatan.

Karena itu, upaya pencegahan melalui pola hidup sehat menjadi langkah yang terus didorong tenaga kesehatan maupun kalangan akademisi.

Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin melihat bahwa pencegahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang mahal atau sulit dijangkau.

Di Desa Aka-Akae, salah satu tanaman yang dinilai memiliki potensi besar adalah daun kelor.

Selain mudah ditemukan, tanaman ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedesaan.

Dari Pekarangan Menjadi Minuman Sehat

Melalui program Teh Mappedising, warga diberikan edukasi mengenai kandungan gizi daun kelor dan manfaatnya bagi kesehatan.

Peserta diajak memahami bahwa daun kelor mengandung berbagai nutrisi yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh apabila dikonsumsi secara tepat sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Menariknya, kegiatan tidak berhenti pada penyuluhan semata.

Warga juga diajak melihat langsung proses pengolahan daun kelor menjadi teh herbal yang dapat dibuat secara mandiri di rumah.

Mulai dari pemetikan daun, pencucian, proses pengeringan, hingga teknik penyeduhan diperagakan secara langsung di hadapan peserta.

Pemateri sekaligus penanggung jawab kegiatan, Naura Salsabila, menjelaskan bahwa pengolahan daun kelor menjadi teh memberikan alternatif konsumsi yang lebih praktis bagi masyarakat.

Peserta juga diperkenalkan pada perbedaan manfaat daun kelor ketika dikonsumsi sebagai sayur dan ketika diolah menjadi minuman herbal.

Antusiasme Warga Tinggi

Suasana kegiatan berlangsung interaktif.

Sebelum materi dimulai, peserta terlebih dahulu mengerjakan pre-test untuk mengukur pemahaman awal mengenai manfaat daun kelor.

Setelah sesi edukasi, warga mengikuti demonstrasi penyeduhan daun kelor kering menggunakan air panas yang kemudian disaring dan disajikan dengan tambahan madu sebagai pemanis alami.

Banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa tanaman yang selama ini tumbuh di sekitar rumah dapat diolah menjadi minuman herbal yang bernilai kesehatan.

Di akhir kegiatan, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bagian dari evaluasi peningkatan pengetahuan setelah menerima materi dan praktik langsung.

Potensi Lokal yang Mulai Dilirik

Program Teh Mappedising menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kesehatan masyarakat tidak selalu harus bergantung pada produk modern.

Potensi lokal yang selama ini tersedia di sekitar lingkungan ternyata bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat apabila didukung edukasi yang tepat.

Bagi masyarakat Desa Aka-Akae, kegiatan ini bukan sekadar belajar membuat teh herbal.

Lebih dari itu, warga diajak melihat bahwa tanaman sederhana seperti daun kelor memiliki nilai yang lebih besar ketika dimanfaatkan secara kreatif dan berbasis pengetahuan kesehatan.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap masyarakat semakin memahami manfaat daun kelor serta mampu mengolahnya menjadi alternatif minuman sehat yang mudah dibuat, aman dikonsumsi, dan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga.

Penulis: Naura Salsabila
Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin, Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). (*)

Topik Terkait: Sidrap
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini