Saat banyak daerah masih berjuang menekan angka kematian ibu, Sidrap berhasil menurunkannya dari 8 kasus pada 2024 menjadi 1 kasus hingga Agustus 2026.
Angka kematian bayi pun mengalami penurunan signifikan, dari 86 kasus menjadi 18 kasus pada periode yang sama.
Bagi kalangan kesehatan, capaian itu bukan sekadar statistik.
Di balik setiap angka yang turun, ada nyawa yang terselamatkan. Ada keluarga yang tetap utuh. Ada ibu yang bisa melihat anaknya tumbuh besar.
Mereka yang mengenal Dr Ishak menyebut salah satu kekuatannya adalah pendekatan lapangan.
Program kesehatan tidak berhenti di ruang rapat atau lembar presentasi.
Transformasi Integrasi Layanan Primer (ILP) menjadi salah satu contohnya.
Jika sebelumnya hanya terdapat satu Pustu ILP, kini jumlahnya mencapai 102 unit.
Artinya, akses layanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat.
Hal yang sama terlihat pada revitalisasi Posyandu yang kini semakin aktif sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan keluarga.
Pendekatan tersebut membuat pelayanan kesehatan tidak lagi bersifat menunggu masyarakat datang, melainkan hadir lebih dekat ke tengah-tengah warga.
13 Penghargaan, Tapi Bukan Itu yang Dikejar
Dalam kurun setahun, Dinas Kesehatan Sidrap mencatat raihan 13 penghargaan dari tingkat kabupaten hingga nasional.
Mulai dari penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Madya, penghargaan Kabupaten Sehat Padapa, Eliminasi Filariasis, hingga peringkat kedua penurunan stunting terbaik di Sulawesi Selatan.
Namun bagi Dr Ishak, penghargaan bukanlah tujuan utama.
Ibarat pelari maraton, penghargaan hanyalah penanda bahwa arah yang ditempuh sudah benar.
Tujuan sesungguhnya adalah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses.
Salah satu hal yang menonjol dari kepemimpinan Dr Ishak adalah fokus pada pembangunan sistem.
Ia memahami bahwa program bisa berganti setiap tahun, tetapi sistem yang baik akan terus bekerja meski pemimpinnya berganti.
Karena itu, digitalisasi pelayanan kesehatan terus diperkuat.
Integrasi P-Care, Antrean Online, dan I-Care BPJS Kesehatan menjadi bagian dari upaya mempercepat layanan sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan publik.
Pendekatan ini membuat Sidrap tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik kesehatan, tetapi juga transformasi tata kelola layanan.
Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap penyakit menular, Sidrap mencatat capaian lain yang tak kalah penting.
Sebanyak 106 desa dan kelurahan kini berstatus Siaga TB, atau mencapai cakupan 100 persen.
Bagi Dr Ishak, keberhasilan itu tidak lahir dari satu orang.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama tenaga kesehatan, kepala puskesmas, kader Posyandu, pemerintah desa, hingga masyarakat yang aktif mendukung program kesehatan.
Setahun yang Mengubah Wajah Kesehatan Sidrap
Satu tahun mungkin terdengar singkat dalam kalender pemerintahan.
Namun dalam dunia kesehatan, satu tahun bisa menjadi pembeda antara stagnasi dan perubahan.
Bersambung……….
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
