SIDRAP — Sakit gigi sering dianggap masalah kecil. Padahal bagi anak usia sekolah, kondisi tersebut dapat mengganggu konsentrasi belajar, menurunkan nafsu makan, bahkan memengaruhi tumbuh kembang mereka.
Fakta itulah yang menjadi perhatian Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin saat menggelar program SIGEMAS (Siswa Gemar Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut) di SD Negeri 1 Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sabtu (25/7/2026).
Program edukasi yang menyasar siswa kelas IV hingga VI tersebut hadir untuk menjawab satu persoalan yang masih banyak ditemukan di kalangan anak sekolah: rendahnya kesadaran menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini.
Di era ketika jajanan manis mudah ditemukan di lingkungan sekolah, risiko kerusakan gigi pada anak semakin meningkat. Banyak siswa terbiasa mengonsumsi permen, cokelat, minuman manis, maupun makanan ringan tanpa diimbangi kebiasaan menyikat gigi yang benar.
Akibatnya, gigi berlubang masih menjadi keluhan yang kerap ditemukan pada anak-anak usia sekolah dasar.
Melalui program SIGEMAS, mahasiswa KKN-PK Unhas mencoba memutus rantai kebiasaan tersebut dengan pendekatan yang lebih dekat dengan dunia anak-anak.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal siswa mengenai kesehatan gigi dan mulut. Dari tahap ini, mahasiswa memperoleh gambaran bahwa sebagian siswa masih belum memahami fungsi gigi, penyebab gigi berlubang, maupun cara menjaga kesehatan mulut secara tepat.
Materi edukasi kemudian disampaikan dengan bahasa sederhana dan metode yang menyenangkan. Para siswa diperkenalkan pada bagian-bagian mulut, jenis-jenis gigi, fungsi masing-masing gigi, serta dampak buruk jika kesehatan gigi diabaikan.
Tak hanya itu, mahasiswa juga menjelaskan bagaimana sisa makanan yang menempel pada gigi dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri penyebab kerusakan gigi.
Untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan dilengkapi dengan pemutaran video edukatif tentang teknik menyikat gigi yang benar.
Metode visual tersebut terbukti efektif menarik perhatian peserta. Banyak siswa tampak fokus memperhatikan setiap tahapan yang ditampilkan dalam video.
Suasana semakin meriah saat sesi tanya jawab dan permainan edukatif dimulai. Para siswa terlihat antusias berebut menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri.
Beberapa di antaranya bahkan dengan percaya diri menceritakan pengalaman saat mengalami sakit gigi dan bagaimana mereka merawat giginya sehari-hari.
Menurut mahasiswa KKN-PK, pendekatan interaktif menjadi kunci penting dalam menyampaikan pesan kesehatan kepada anak-anak.
Sebab, edukasi yang hanya berupa ceramah sering kali sulit diingat dalam jangka panjang. Sebaliknya, pengalaman belajar yang menyenangkan cenderung lebih membekas dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak sekolah pun menyambut positif kegiatan tersebut. Guru-guru menilai edukasi kesehatan gigi sangat relevan karena masih banyak siswa yang memerlukan pemahaman lebih baik mengenai pentingnya menjaga kebersihan mulut.
Di akhir kegiatan, mahasiswa kembali melakukan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa terkait kesehatan gigi dan mulut setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Bagi Mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin, keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari nilai post-test, tetapi dari perubahan kebiasaan yang diharapkan muncul setelah kegiatan berakhir.
Karena sesungguhnya, kesehatan gigi bukan hanya soal senyum yang indah. Di baliknya terdapat kualitas hidup, kesehatan tubuh, dan masa depan anak yang lebih baik.
Melalui SIGEMAS, mahasiswa berharap semakin banyak anak di Sidrap yang menyadari bahwa menjaga gigi tetap sehat adalah langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar sepanjang hidup mereka.
Penulis:
Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 69 Posko Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
