Tipue Sultan — Sulsel Editor
Redaktur Katasulsel.com, mengawal isu publik dan pembangunan daerah
Artikel: 479 Lihat semua

JAKARTA, Katasulsel.com – Presiden Prabowo Subianto merespons keras sejumlah prediksi pengamat yang menyebut perekonomian Indonesia berpotensi “hancur”. Ia menilai pandangan tersebut terlalu sempit dan tidak mencerminkan optimisme terhadap potensi bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo setelah muncul berbagai analisis yang memproyeksikan kondisi ekonomi nasional akan memburuk di tengah tekanan global dan dinamika harga energi dunia.

Menurut Prabowo, pesimisme seperti itu justru tidak membantu upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.

Ia bahkan menyebut pihak yang menyebarkan pandangan tersebut sebagai kelompok yang berpikir sempit dan kurang memiliki semangat kebangsaan.

Kekhawatiran Ekonomi Muncul dari Lonjakan Harga Energi

Isu mengenai kemungkinan melemahnya ekonomi Indonesia muncul seiring meningkatnya ketidakpastian global. Salah satu faktor yang disorot adalah potensi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu tekanan terhadap anggaran negara serta meningkatkan biaya energi domestik.

Beberapa pengamat menilai jika harga minyak melonjak tajam, dampaknya bisa merembet pada inflasi dan stabilitas fiskal Indonesia.

Namun pemerintah menilai kondisi tersebut masih dapat dikelola.

Pemerintah Pastikan Ekonomi Tetap Terkendali

Dalam berbagai kesempatan, Prabowo menegaskan pemerintah terus bekerja

menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Ia menilai banyak indikator ekonomi Indonesia masih menunjukkan kondisi yang stabil, mulai dari investasi hingga aktivitas pembangunan.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi pesimistis.

Menurutnya, tantangan global memang nyata, tetapi bukan berarti ekonomi Indonesia akan runtuh.

Menteri Keuangan Ikut Menanggapi

Sementara itu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengakui adanya kekhawatiran di kalangan pengamat mengenai kondisi ekonomi.

Ia bahkan sempat menyampaikan kepada Presiden terkait ramainya prediksi yang menyebut ekonomi Indonesia bisa melemah akibat gejolak harga minyak.

Meski begitu, pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan global.

Perang Narasi Ekonomi

Polemik ini memperlihatkan perbedaan pandangan antara kalangan pengamat ekonomi dan pemerintah.

Sebagian analis menilai kebijakan fiskal dan tekanan eksternal bisa menjadi risiko bagi ekonomi nasional.

Sementara pemerintah memilih menekankan optimisme dan keyakinan bahwa Indonesia masih memiliki ruang besar untuk tumbuh.

Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, perdebatan mengenai arah ekonomi Indonesia tampaknya masih akan terus berlangsung. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.