Makassar, Katasulsel.com — Ketika Tim Jatanras akhirnya membekuk Andi Maisara (AM) di sebuah apartemen di Makassar, publik kembali dibuat bertanya-tanya.
Bukan karena kasus yang menjeratnya.
Melainkan karena nama perempuan tersebut kembali muncul dalam perkara yang nyaris sama: pencurian perhiasan di pusat perbelanjaan.
Kali ini, AM ditangkap terkait dugaan pencurian gelang emas seberat lebih dari 50 gram di Samarinda, Kalimantan Timur. Polisi memburunya selama hampir dua bulan sebelum akhirnya menemukan jejak persembunyiannya di Makassar.
Namun bagi sebagian masyarakat, penangkapan itu terasa seperti mengulang cerita lama.
Sebab jauh sebelum kasus Samarinda mencuat, nama Andi Maisara sudah lebih dulu dikenal aparat kepolisian di sejumlah daerah.
Bukan Pertama Kali
Rekam jejak AM menunjukkan pola yang hampir identik.
Ia datang ke toko perhiasan dengan penampilan yang sulit menimbulkan kecurigaan.
Busana rapi, gaya bicara meyakinkan, dan membawa tas mahal.
Di hadapan pegawai toko, ia tampil sebagai calon pembeli serius yang hendak memilih perhiasan bernilai tinggi.
Namun ketika perhatian penjaga lengah, perhiasan yang sedang diperlihatkan justru diduga berpindah tangan secara diam-diam.
Modus itu pernah menyeret namanya dalam kasus pencurian kalung berlian di Mal Artha Gading, Jakarta Utara.
Kasus tersebut sempat viral karena terekam kamera CCTV dan menyebar luas di media sosial.
Bahkan dalam sejumlah pemberitaan, polisi mengungkap bahwa perempuan tersebut bukan wajah baru dalam kasus pencurian perhiasan.
Namanya pernah muncul dalam perkara serupa di beberapa kota lain.
Selalu Tertangkap, Tapi Selalu Muncul Lagi
Yang menjadi perhatian publik bukan hanya jumlah kasusnya.
Melainkan fakta bahwa setiap kali ditangkap dan diproses hukum, nama AM kembali muncul dalam kasus baru beberapa waktu kemudian.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan yang sering terdengar di masyarakat:
“Mengapa pelaku yang sudah berkali-kali tertangkap masih bisa mengulangi perbuatannya?”
Secara hukum, seseorang yang telah menjalani hukuman memang kembali memperoleh hak kebebasannya setelah masa pidana berakhir.
Namun dalam kasus residivis, kebebasan tersebut terkadang justru diikuti dengan pengulangan tindak pidana yang sama.
Karena itulah, nama Andi Maisara kini lebih sering dikaitkan dengan status residivis dibandingkan identitas lainnya.
Polisi Berkali-kali Memburunya
Menariknya, dalam setiap kasus yang mencuat, polisi pada akhirnya berhasil menemukan dan menangkap AM.
Di Jakarta, ia dibekuk setelah rekaman CCTV menjadi petunjuk penting.
Di Samarinda, pelariannya berakhir setelah aparat menelusuri keberadaannya hingga ke Makassar.
Artinya, bukan polisi yang gagal menangkap.
Justru aparat berulang kali berhasil menemukan dan membawanya ke proses hukum.
Yang menjadi persoalan adalah munculnya kembali kasus-kasus baru dengan pola yang hampir sama.
Kondisi itulah yang membuat publik menilai seolah-olah pelaku selalu lolos, padahal yang terjadi adalah siklus berulang antara penangkapan, proses hukum, kebebasan, lalu dugaan tindak pidana kembali.
Penampilan Mewah Jadi Senjata
Jika dicermati, ada satu benang merah yang selalu muncul dalam berbagai kasus yang dikaitkan dengan AM.
Yakni penggunaan citra sosial yang meyakinkan.
Penampilan elegan dan gaya hidup yang tampak mapan diduga menjadi alat untuk menurunkan kewaspadaan pegawai toko.
Dalam dunia kejahatan properti, modus seperti ini dikenal cukup efektif karena pelaku tidak perlu menggunakan kekerasan atau ancaman.
Cukup membangun kepercayaan dalam hitungan menit.
Ketika kepercayaan itu muncul, kesempatan melakukan aksi pun terbuka.
Kasus Terbaru Jadi Alarm
Penangkapan terbaru di Makassar kembali menjadi alarm bagi pengelola toko perhiasan dan pusat perbelanjaan.
Bahwa risiko pencurian tidak selalu datang dari orang yang tampak mencurigakan.
Justru dalam sejumlah kasus, pelaku datang dengan penampilan yang paling meyakinkan.
Kini, setelah kembali diamankan polisi, publik menunggu proses hukum berikutnya.
Namun satu pertanyaan tetap menggantung:
Mengapa modus yang sama masih bisa berhasil digunakan, meski pelakunya sudah berkali-kali tertangkap? (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Makassar Hari Ini .
