SIDRAP — Di tengah masih tingginya perhatian terhadap kasus stunting di berbagai daerah, puluhan siswa SD Negeri 1 Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, mendapat pengalaman berbeda pada Kamis, 23 Juli 2026.
Bukan sekadar menerima susu gratis, para siswa diajak memahami satu hal penting yang kerap luput dari perhatian banyak keluarga: kebutuhan protein hewani untuk mendukung pertumbuhan anak.
Program edukasi yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin itu dikemas jauh dari kesan formal. Anak-anak diajak belajar melalui permainan, kuis interaktif, hingga gerakan minum susu bersama yang membuat suasana kelas berubah menjadi penuh semangat dan tawa.
Di balik kegiatan sederhana tersebut, tersimpan pesan besar. Mahasiswa KKN menilai masih banyak anak yang belum mendapatkan asupan protein hewani secara optimal, padahal zat gizi tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, hingga daya tahan tubuh.
Penanggung jawab kegiatan, Nur Halizah, menjelaskan bahwa edukasi sejak usia sekolah dasar menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran gizi yang berkelanjutan.
Menurutnya, protein hewani memiliki kandungan asam amino esensial yang lebih lengkap dibandingkan sebagian besar sumber protein nabati. Karena itu, konsumsi susu, telur, ikan, maupun daging perlu menjadi bagian dari pola makan anak sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengenalkan kepada anak-anak bahwa makanan bergizi bukan sesuatu yang sulit atau menakutkan. Justru bisa menjadi kebiasaan menyenangkan yang membantu mereka tumbuh sehat dan cerdas,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat sejak awal kegiatan. Mereka aktif mengikuti setiap sesi, menjawab pertanyaan, hingga berebut kesempatan saat kuis berlangsung.
Puncak kegiatan terjadi ketika puluhan kotak susu dibagikan kepada para siswa. Dengan wajah ceria, mereka menikmati susu bersama-sama sambil mendengarkan penjelasan mengenai manfaat protein hewani bagi tubuh.
Bagi sebagian orang, membagikan susu mungkin terlihat sebagai kegiatan biasa. Namun di balik itu terdapat pesan kesehatan masyarakat yang jauh lebih besar.
Data berbagai penelitian menunjukkan bahwa kecukupan protein hewani pada masa pertumbuhan berkontribusi terhadap peningkatan tinggi badan, perkembangan kognitif, serta pencegahan masalah gizi kronis yang dapat berdampak hingga usia dewasa.
Karena itulah, upaya pencegahan stunting di Sidrap tidak hanya berbicara soal bantuan makanan atau intervensi kesehatan. Edukasi tentang pola makan sehat juga menjadi bagian penting yang harus terus dilakukan, terutama kepada anak-anak dan keluarga.
Pihak SD Negeri 1 Amparita menyambut positif kegiatan tersebut. Program yang dibawa mahasiswa KKN Unhas dinilai tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi peserta didik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unhas berharap gerakan gemar mengonsumsi protein hewani dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah maupun keluarga. Harapannya sederhana namun berdampak besar: melahirkan generasi Sidrap yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih siap bersaing di masa depan.
Penulis: Nur Halizah
Mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
