Sidrap, Katasulsel.com ā Ada pemandangan berbeda di HST Pool & Cafe, Kabupaten Sidrap, Kamis (1/10/2026).
Bukan hanya pebiliar Sulawesi Selatan yang berdiri di sekitar meja pertandingan. Empat pebiliar nasional dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta ikut turun langsung dalam Turnamen Kapolres Sidrap Cup I HST Pool & Cafe Open Tournament.
Mereka datang bersama para pemain dari berbagai daerah untuk memperebutkan total hadiah Rp120 juta.
Sebanyak 128 peserta ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Jumlah peserta dan kehadiran pemain nasional membuat Kapolres Sidrap Cup I bukan sekadar kompetisi biliar tingkat lokal. Ajang ini mempertemukan pemain dengan pengalaman dan latar belakang kompetisi yang berbeda dalam satu arena.
Bagi pecinta biliar di Sidrap dan Sulawesi Selatan, kehadiran empat pemain nasional tentu menjadi tontonan tersendiri.
Namun bagi pemain daerah, keberadaan mereka memiliki arti yang lebih penting.
Inilah kesempatan untuk mengukur kemampuan.
Selama ini, standar permainan tingkat nasional mungkin hanya diketahui melalui pertandingan yang disaksikan dari layar. Di Sidrap, standar tersebut hadir langsung di depan mata.
Pemain lokal dapat menyaksikan bagaimana atlet berpengalaman membaca meja, menentukan pukulan, mengatur tempo permainan dan mempertahankan konsentrasi ketika pertandingan berada dalam tekanan.
Karena itu, turnamen ini berpotensi menjadi ruang belajar yang tidak kalah penting dari latihan.
128 Peserta, Persaingan Makin Terbuka
Kapolres Sidrap Cup I tidak hanya mengandalkan kehadiran pemain nasional.
Puluhan pebiliar profesional dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan juga ikut ambil bagian.
Mereka bergabung dengan pemain lokal dalam persaingan yang menggunakan sejumlah kategori handicap, mulai 4D, 4C, 4B, 4A, 4A+, 5 hingga 6.
Dengan hadiah mencapai Rp120 juta, persaingan pun memiliki daya tarik tersendiri.
Namun yang menarik bukan hanya nominal hadiahnya.
Komposisi peserta menunjukkan bahwa sebuah turnamen di kabupaten dapat menarik pemain dari luar daerah dan mempertemukan mereka dalam satu kompetisi.
Sidrap dengan demikian tidak hanya menjadi lokasi pertandingan, tetapi berpotensi menjadi salah satu titik pertemuan komunitas biliar di Sulawesi Selatan.
POBSI Sidrap Ingin Ini Bukan Turnamen Sekali Jalan
Ketua POBSI Sidrap, H. Hasta, mengapresiasi kehadiran pemain dari berbagai daerah, terutama para pebiliar nasional.
Menurutnya, pertandingan dengan peserta lintas daerah memberikan pengalaman penting bagi pemain lokal.
Ia berharap Kapolres Sidrap Cup I dapat dilanjutkan pada masa mendatang.
āHarapannya ini bukan menjadi yang pertama dan terakhir, tetapi bisa terus dilakukan,ā ujar H. Hasta.
Harapan itu sekaligus menyentuh persoalan yang lebih besar dalam pembinaan olahraga.
Atlet tidak cukup hanya berlatih.
Mereka membutuhkan kompetisi.
Semakin beragam lawan yang dihadapi, semakin banyak pula pengalaman yang diperoleh. Dari pertandingan seperti inilah seorang pemain dapat mengetahui kekuatan dan kekurangannya.
Jika kompetisi rutin tersedia, pemain muda juga memiliki jalur untuk berkembang secara bertahap.
Kapolres: Targetnya Bukan Sekadar Juara
Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda, S.I.K., M.H., mengatakan turnamen tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai hiburan masyarakat.
Lebih dari itu, kompetisi diharapkan menjadi bagian dari pembinaan untuk melahirkan atlet biliar profesional.
Para peserta memiliki ruang untuk mengasah kemampuan dan memperbanyak pengalaman bertanding dengan menghadapi pemain dari berbagai daerah.
Harapannya, para pebiliar yang tampil dapat berkembang dan nantinya membawa nama baik daerah masing-masing dalam kompetisi yang lebih tinggi.
Jika tujuan tersebut dapat diwujudkan, maka sebuah turnamen tidak berhenti pada persoalan siapa yang menjadi juara.
Ada proses pencarian bibit.
Ada proses pembentukan mental.
Dan ada proses menaikkan standar permainan pemain daerah.
Efek Lain: Uang Peserta Ikut Berputar
Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah melihat turnamen tersebut dari perspektif lain.
Menurutnya, kegiatan olahraga yang menghadirkan peserta dari luar daerah juga berpotensi memberikan dampak ekonomi.
Peserta dan pendamping yang datang ke Sidrap membutuhkan penginapan, makanan, transportasi serta berbagai kebutuhan lainnya.
Pergerakan mereka selama mengikuti turnamen secara tidak langsung menciptakan aktivitas ekonomi.
Dengan kata lain, bola yang bergulir di atas meja biliar tidak hanya menghasilkan pertandingan.
Ada aktivitas ekonomi lain yang ikut bergerak di luar arena.
Jika event olahraga semacam ini dapat berlangsung secara rutin, dampaknya berpotensi menjadi lebih luas.
Sidrap Bisa Punya Kalender Biliar Sendiri
Kapolres Sidrap Cup I memberikan satu gambaran menarik.
Sebuah kabupaten dapat menjadi tempat bertemunya pemain nasional dan pebiliar daerah.
Tinggal bagaimana momentum tersebut dipelihara.
Jika kompetisi serupa digelar secara berkala, bukan tidak mungkin Sidrap memiliki kalender pertandingan biliar yang ditunggu komunitas dari berbagai daerah.
Tetapi pekerjaan rumahnya juga jelas.
Kompetisi harus berjalan beriringan dengan pembinaan.
Pemain muda perlu mendapat ruang. Pelatih perlu ditingkatkan kualitasnya. Klub perlu aktif. Kompetisi harus memiliki jenjang. Dan pemain yang memiliki potensi perlu diberi kesempatan untuk menguji kemampuan di luar daerah.
Sebab, sebuah turnamen pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang hadiah.
Yang lebih penting adalah siapa yang mendapatkan pengalaman, siapa yang berkembang, dan apakah ada atlet baru yang lahir dari kompetisi tersebut.
Kapolres Sidrap Cup I kini telah membuka pintu.
Empat pebiliar nasional datang ke Sidrap. Puluhan pemain profesional Sulsel ikut bertarung. Total 128 peserta meramaikan kompetisi.
Selanjutnya, tinggal bagaimana pintu itu terus dibuka.
Dari sebuah meja biliar di Sidrap, bisa saja lahir perjalanan panjang seorang atlet menuju panggung yang lebih besar. (*)
