Sidrap, Katasulsel.com β Kelangkaan LPG 3 kilogram yang belakangan dikeluhkan warga Sidrap akhirnya mendapat perhatian langsung dari Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif. Di hadapan mahasiswa, aparat, hingga pelaku distribusi gas bersubsidi, ia menyampaikan peringatan keras: tidak ada ruang bagi penimbunan maupun permainan harga LPG 3 kilogram.
Pernyataan tegas itu disampaikan saat menerima audiensi PMII Kabupaten Sidrap di Baruga Rumah Jabatan Bupati, Jumat (24/7/2026). Pertemuan tersebut digelar menyusul meningkatnya keluhan masyarakat yang kesulitan memperoleh gas melon di sejumlah wilayah.
Bagi sebagian warga, persoalan ini bukan sekadar soal kebutuhan rumah tangga. Di Sidrap, LPG 3 kilogram juga menjadi salah satu penopang aktivitas pertanian, terutama saat musim kemarau melanda.
El Nino Picu Lonjakan Permintaan
Menurut Syaharuddin, kelangkaan yang terjadi saat ini tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya kebutuhan LPG akibat musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Saat sawah mulai kekurangan air, banyak petani mengandalkan pompa air berbahan bakar LPG 3 kilogram untuk menyelamatkan tanaman mereka. Akibatnya, permintaan gas melon melonjak tajam dalam waktu singkat.
Fenomena tersebut, kata Syaharuddin, tidak hanya terjadi di Sidrap. Sejumlah daerah lain di Indonesia juga menghadapi tekanan yang sama terhadap pasokan LPG bersubsidi.
“Ketika kebutuhan meningkat drastis, tentu distribusi menjadi lebih berat. Karena itu kami sudah berkoordinasi dan mengajukan penambahan kuota LPG 3 kilogram kepada Pertamina,” ujarnya.
Bukan Sekadar Kelangkaan, Ada Ancaman Spekulan
Di balik persoalan pasokan, pemerintah juga mencium adanya potensi praktik yang dapat memperburuk keadaan di lapangan.
Kelangkaan sering kali membuka peluang bagi oknum tertentu untuk mencari keuntungan dengan cara menimbun stok atau menjual LPG di atas harga yang telah ditetapkan.
Karena itu, Syaharuddin secara terbuka mengingatkan seluruh agen, pangkalan, hingga pengecer agar tidak mencoba memanfaatkan situasi yang sedang dihadapi masyarakat.
“Saya tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan situasi ini dengan menaikkan atau memainkan harga LPG 3 kilogram. Gas bersubsidi harus benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak,” tegasnya.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
