Sidrap, Katasulsel.com – Suasana penuh syukur mewarnai Pesta Panen Mappadendang di Kelurahan Kadidi, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Senin malam (19/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penguatan sistem pengairan, penambahan bantuan sumur bor, serta program listrik masuk sawah untuk membantu petani menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.

Mengawali sambutannya, Syaharuddin mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan masyarakat Kadidi. Ia mengaku telah beberapa kali menghadiri kegiatan masyarakat setempat sejak masih menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan.

Menurutnya, Mappadendang bukan sekadar tradisi perayaan hasil panen, melainkan juga menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, serta sinergi antara masyarakat, tokoh masyarakat, dan pemerintah.

Ia menyebut berbagai program yang dijalankan bersama mulai menunjukkan perubahan di Kelurahan Kadidi. Sebanyak 14 program kerja yang dijanjikannya, kata dia, telah berjalan, termasuk upaya menjaga harga gabah agar tetap memberikan keuntungan bagi petani.

Ribuan Hektare Sawah Terdampak Kekeringan

Dalam kesempatan itu, Syaharuddin memaparkan kondisi pertanian di tengah musim kemarau akibat El Nino yang berdampak pada ketersediaan air dan hasil produksi padi.

Di Kelurahan Kadidi, dari total 120 hektare lahan yang ditanami, sebanyak 17 hektare dilaporkan mengalami kegagalan panen. Sementara di Maccorawalie, dari 170 hektare lahan yang ditanami, sekitar 38 hektare mengalami kondisi serupa.

Ia menjelaskan, sebagian petani Kadidi juga menggarap sawah di wilayah lain, termasuk Kanie dan Maccorawalie. Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan produktivitas pertanian.

Secara keseluruhan, luas lahan pertanian yang ditanami di Kecamatan Panca Rijang mencapai 3.800 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 hektare dilaporkan mengalami kegagalan akibat kemarau.

Sementara pada tingkat kabupaten, Syaharuddin menyebut sekitar 6.000 hektare dari total 52.000 hektare lahan yang ditanami mengalami kegagalan, sedangkan sekitar 48.000 hektare lainnya berhasil.

Bantuan Sumur Bor dan Listrik Masuk Sawah Diperkuat

Menghadapi kondisi tersebut, Syaharuddin menegaskan pemerintah daerah akan terus memperkuat program pengairan untuk membantu petani memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian mereka.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyediaan sumur bor dan pengembangan program listrik masuk sawah. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pasokan air dari bendungan, terutama saat musim kemarau.

β€œProgram listrik masuk sawah sudah kita kerjakan tahun 2025. Karena pengalaman tahun ini, Insya Allah tahun 2027 bantuan bor akan ditambah,” ujarnya.

Ia juga menargetkan pengembangan sumur bor di wilayah Kanie guna membantu pengairan lahan pertanian, terutama ketika pasokan air dari Bendung Bulo Timoreng terbatas.

Melalui berbagai upaya tersebut, pemerintah daerah berharap petani dapat mempertahankan produktivitas sekaligus meminimalkan risiko gagal panen akibat kekeringan.

Syaharuddin juga menargetkan produktivitas padi meningkat menjadi 9 hingga 12 ton per hektare. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam upaya peningkatan produksi tersebut meliputi Kanie, Kadidi, Maccorawalie, Timoreng, Panua, Lalebata, dan Rappang.

Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

Selain membahas sektor pertanian, Bupati Sidrap turut mengajak masyarakat mendukung program pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, dan keagamaan.

Ia juga mendorong masyarakat membiasakan kerja bakti setiap Jumat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Untuk meningkatkan partisipasi warga, Syaharuddin meminta Camat Panca Rijang, Faradilla Bakri, menggelar lomba kebersihan lorong di Kelurahan Kadidi dan wilayah Kecamatan Panca Rijang.

Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Sejumlah Ruas Jalan Direncanakan Diperbaiki

Di bidang infrastruktur, Syaharuddin menyampaikan rencana perbaikan sejumlah ruas jalan yang dijadwalkan pada November.

Ruas jalan yang menjadi perhatian meliputi kawasan Rappang, Lalebata, Lautang Salo, Lanrang, Bulo Watang, Bulo hingga Cipo, serta ruas Cenrana–Kadidi.

Perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, termasuk distribusi hasil pertanian.

Menutup sambutannya, Syaharuddin berharap musim hujan mendatang dapat mendukung peningkatan hasil panen dan pendapatan petani di Kabupaten Sidrap.

Ia optimistis ketersediaan air yang lebih baik akan membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan produksi pada musim tanam berikutnya.

β€œSetelah turun hujan kita akan menanam. Insya Allah targetnya 10 ton per hektare supaya harga gabah kita ke depan tambah bagus,” ujarnya.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Andi Patahangi, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Plt. Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Andi Gustianti, serta Sekretaris Dinas TPHPKP Suryanto.

Hadir pula Camat Panca Rijang Faradilla Bakri, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Panca Rijang, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta undangan lainnya. (*)

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru