Sidrap, Katasulsel.com β€” Tidak sedikit ibu hamil yang rutin mengonsumsi vitamin atau tablet penambah darah tanpa benar-benar memahami apa kandungannya dan mengapa tubuh membutuhkannya.

Padahal selama masa kehamilan, kebutuhan zat gizi meningkat drastis. Kekurangan vitamin dan mineral tertentu dapat berdampak pada kesehatan ibu sekaligus memengaruhi tumbuh kembang janin dalam kandungan.

Fenomena inilah yang mendorong Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar edukasi tentang Multiple Micronutrient Supplement (MMS) bagi ibu hamil di Desa Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Bola Bulu tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan mikronutrien selama masa kehamilan.

Banyak Ibu Hamil Belum Mengenal MMS

Di berbagai daerah, termasuk wilayah pedesaan, istilah Multiple Micronutrient Supplement atau MMS masih terdengar asing bagi sebagian ibu hamil.

Padahal MMS merupakan suplemen yang mengandung berbagai vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh selama kehamilan.

Berbeda dengan suplemen yang hanya mengandung satu atau dua jenis zat gizi, MMS dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien yang meningkat selama masa kehamilan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami apa itu MMS, manfaatnya bagi kesehatan ibu dan janin, cara penggunaan yang tepat, hingga berbagai hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsinya.

Kehamilan Sehat Dimulai dari Nutrisi yang Tepat

Penanggung jawab kegiatan, Aini Dirgahayu Putri Assalam, menjelaskan bahwa edukasi ini lahir dari masih terbatasnya informasi yang diterima sebagian ibu hamil mengenai penggunaan suplemen kehamilan secara benar.

Menurutnya, banyak ibu hamil mengonsumsi suplemen hanya karena anjuran tenaga kesehatan tanpa memahami fungsi dan manfaatnya secara menyeluruh.

“Kehamilan merupakan masa yang sangat menentukan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. Melalui kegiatan ini kami ingin membantu ibu hamil memahami bahwa MMS bukan sekadar suplemen biasa, tetapi salah satu upaya memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang meningkat selama kehamilan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemahaman yang baik akan membantu ibu hamil menggunakan suplemen secara lebih tepat dan konsisten sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Antusias Bertanya tentang Kesehatan Janin

Suasana edukasi berlangsung interaktif.

Sebelum materi diberikan, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test sederhana untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mereka mengenai suplemen kehamilan.

Selanjutnya, mahasiswa KKN memaparkan berbagai materi mulai dari pengertian MMS, fungsi mikronutrien bagi tubuh, kandungan vitamin dan mineral yang terdapat dalam MMS, hingga manfaatnya bagi kesehatan ibu dan perkembangan janin.

Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai dosis penggunaan, efek samping yang mungkin muncul, cara penyimpanan yang benar, serta kemungkinan interaksi dengan obat-obatan lain.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama sesi diskusi.

Beberapa ibu hamil menanyakan waktu terbaik mengonsumsi MMS, keamanan penggunaan bersamaan dengan obat tertentu, hingga manfaatnya dalam mendukung pertumbuhan janin selama masa kehamilan.

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

Bagi dunia kesehatan, edukasi seperti ini memiliki nilai penting karena berfokus pada langkah promotif dan preventif.

Artinya, masyarakat diajak menjaga kesehatan sejak awal sebelum muncul masalah kesehatan yang lebih serius.

Dalam konteks kehamilan, pemenuhan kebutuhan vitamin dan mineral merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan ibu maupun bayi yang akan dilahirkan.

Karena itu, peningkatan pengetahuan menjadi bagian penting dalam mendukung kehamilan yang sehat dan aman.

Kolaborasi untuk Generasi yang Lebih Sehat

Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, informasi kesehatan yang benar dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada ibu hamil lainnya di lingkungan sekitar.

Sebab kesehatan generasi masa depan tidak dimulai saat seorang anak lahir.

Ia dimulai sejak masih berada dalam kandungan.

Penulis: Aini Dirgahayu Putri Assalam
Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin, Penanggung Jawab Program Edukasi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) Desa Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang. (*)

Topik Terkait: Sidrap
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini