Dengan demikian, pertarungan menuju kursi Ketua Golkar Sidrap tidak hanya berbicara tentang siapa yang memiliki barisan pendukung, tetapi juga bagaimana setiap kandidat memenuhi ketentuan organisasi.

Dukungan Idham Mase kepada IAS menambah warna dalam peta persaingan internal Golkar Sidrap. Namun, konfigurasi akhir kekuatan politik diperkirakan baru akan semakin terbaca menjelang pelaksanaan Musda.

Masih ada ruang bagi konsolidasi, lobi politik, hingga kemungkinan munculnya dinamika baru di antara para kader.

Satu hal yang pasti, Musda Golkar Sidrap kali ini bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Forum tersebut akan menjadi momentum menentukan arah kepemimpinan, soliditas organisasi, sekaligus strategi politik Golkar menghadapi agenda politik mendatang.

Menjelang akhir November hingga awal Desember, dinamika di tubuh Golkar Sidrap dipastikan menjadi salah satu isu politik lokal yang menarik untuk terus diikuti.(*)