Sidrap, Katasulsel.com — Jika Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh menjatuhkan pilihan kepada Portugal dan legislator muda Abd Rahman alias Mr Lombenk menjagokan Prancis, maka Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidrap, Haris Yasin, memiliki favorit berbeda.

Mantan atlet dan pejabat yang dikenal dekat dengan dunia olahraga itu justru menaruh harapan besar kepada Timnas Spanyol untuk menjadi penguasa baru sepak bola dunia di Piala Dunia 2026.

Menurut Haris Yasin, kekuatan Spanyol saat ini bukan terletak pada satu atau dua pemain bintang, melainkan pada permainan kolektif yang sudah menyatu layaknya sebuah mesin yang bekerja sempurna.

“Kalau saya melihat Spanyol sebagai tim yang paling komplet secara permainan. Mereka bermain sebagai tim, bukan bergantung pada individu,” kata Haris Yasin.

Baginya, Spanyol yang datang ke Piala Dunia 2026 berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Tim berjuluk La Roja itu tetap mempertahankan ciri khas penguasaan bola, tetapi kini tampil jauh lebih cepat, agresif, dan mematikan.

Di sektor sayap, Spanyol memiliki dua “peluru” muda yang menjadi perhatian dunia, yakni Lamine Yamal dan Nico Williams.

Kedua pemain tersebut dikenal memiliki kecepatan tinggi, kemampuan menggiring bola yang luar biasa, serta keberanian melakukan duel satu lawan satu.

“Kalau Yamal dan Nico Williams sedang dalam performa terbaik, pertahanan mana pun bisa dibuat kerepotan,” ujarnya.

Namun yang paling membuat Haris Yasin kagum adalah kualitas lini tengah Spanyol yang disebutnya sebagai yang terbaik di Piala Dunia 2026.

Kehadiran *Rodri, **Pedri, dan *Gavi membuat La Roja memiliki keseimbangan sempurna antara kreativitas, kecerdasan taktik, dan energi permainan.

“Menurut saya, tidak ada tim yang punya lini tengah sekuat Spanyol saat ini. Mereka bisa mengontrol tempo pertandingan dan membuat lawan kehabisan bola,” jelasnya.

Sebagai pimpinan Dispora yang selama ini banyak berkecimpung dalam pembinaan olahraga, Haris menilai sepak bola modern tidak hanya membutuhkan pemain hebat, tetapi juga chemistry yang kuat.

Dan di situlah Spanyol dinilai memiliki keunggulan dibanding banyak negara pesaingnya.

Pelatih Luis de la Fuente disebut berhasil membangun kesatuan tim yang solid dengan mengandalkan banyak pemain yang sudah lama bermain bersama sejak kelompok usia muda hingga tim senior.

“Spanyol punya kekompakan yang luar biasa. Mereka seperti tahu apa yang harus dilakukan sebelum bola datang. Itu yang membuat permainan mereka enak ditonton sekaligus berbahaya,” katanya.

Haris bahkan menyebut Spanyol sebagai tim yang paling siap menghadapi tekanan turnamen panjang dibanding kandidat juara lainnya.

Status sebagai juara Euro 2024 menjadi modal penting yang membuat para pemain La Roja memiliki kepercayaan diri tinggi ketika menghadapi pertandingan-pertandingan besar.

“Tim ini sudah terbiasa menang. Mental juaranya sudah terbentuk. Itu modal yang sangat penting dalam Piala Dunia,” ungkapnya.

Meski mengakui kekuatan Portugal, Prancis, Argentina, dan Brasil, Haris tetap yakin Spanyol memiliki peluang terbesar untuk mengangkat trofi pada 2026.

“Kalau saya ditanya siapa juara Piala Dunia 2026, pilihan saya tetap Spanyol. Mereka punya keseimbangan, kualitas, dan chemistry yang sulit ditandingi tim lain,” tegasnya.

Di Sidrap, pilihan Haris Yasin menambah warna tersendiri dalam perdebatan seru menjelang Piala Dunia 2026. Ada yang memilih Portugal karena Cristiano Ronaldo, ada yang menjagokan Prancis karena Kylian Mbappé, tetapi bagi Haris Yasin, kekuatan sejati justru ada pada kolektivitas permainan Spanyol.

Dan jika prediksinya benar, La Roja bisa kembali menulis sejarah sebagai raja baru sepak bola dunia.(edybasri)