SIDRAP β Di luar hiruk-pikuk kampus besar di kota-kota metropolitan, sebuah kejutan datang dari Kabupaten Sidenreng Rappang.
Tanpa banyak sorotan, Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Muhammadiyah Sidrap tiba-tiba muncul sebagai salah satu pencuri perhatian dalam Kompetisi Ilmiah Nasional Kebidanan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia Batch 1 Tahun 2026.
Hasilnya membuat banyak pihak menoleh.
Dalam satu ajang nasional, kampus kesehatan yang berbasis di Sidrap itu berhasil membawa pulang empat penghargaan sekaligus.
Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan institusi, tetapi juga menjadi tamparan halus bagi anggapan lama bahwa kampus daerah sulit bersaing di level nasional.
Yang menarik, prestasi tersebut bukan berasal dari satu orang atau satu tim saja.
Mulai dari mahasiswa hingga dosen, semuanya ikut menyumbangkan kemenangan.
Seolah ada satu pesan yang ingin disampaikan: budaya akademik di kampus ini sedang bergerak ke level yang berbeda.
Dari Ruang Kelas Kecil ke Panggung Nasional
Banyak orang mengenal Sidrap sebagai daerah pertanian, peternakan, dan lumbung pangan Sulawesi Selatan.
Namun beberapa tahun terakhir, ada geliat lain yang mulai tumbuh diam-diam: dunia pendidikan tinggi kesehatan.
ITKES Muhammadiyah Sidrap menjadi salah satu contoh paling nyata.
Ketika sebagian kampus sibuk membangun citra melalui promosi, kampus ini justru berbicara lewat hasil.
Empat penghargaan nasional itu lahir dari penelitian yang dekat dengan persoalan masyarakat.
Tentang gizi remaja.
Tentang pijat bayi.
Tentang kelancaran ASI.
Tentang edukasi kesehatan reproduksi.
Tema-tema yang mungkin terdengar sederhana, tetapi justru menyentuh kebutuhan nyata masyarakat Indonesia.
Juara 1 Nasional Datang dari Sidrap
Sorotan utama tentu tertuju pada Karimatun Nisa.
Mahasiswa ini sukses merebut Juara 1 Nasional melalui karya berjudul:
“Menu Tips Gizi Remaja: Remaja Sehat, Aktif, dan Berprestasi.”
Di tengah meningkatnya persoalan gizi remaja, anemia, hingga pola makan yang tidak sehat akibat tren makanan instan, penelitian tersebut dianggap menawarkan pendekatan edukasi yang relevan dan mudah diterapkan.
Bukan hanya menang.
Tetapi menjadi yang terbaik di Indonesia dalam kategorinya.
Dosen dan Mahasiswa Kompak Menang
Yang membuat kemenangan ini semakin menarik adalah keterlibatan dosen.
Biasanya prestasi mahasiswa dan dosen berjalan sendiri-sendiri.
Namun di ITKES Muhammadiyah Sidrap, keduanya justru sama-sama naik podium.
Tim dosen yang dipimpin Bd. Resky Devy Akib, S.ST., M.Keb. berhasil meraih Juara 2 Nasional kategori poster ilmiah dosen.
Sementara dua mahasiswa lainnya, Satriani dan Sarpiana, ikut menyumbangkan Juara 3 Nasional melalui penelitian terkait tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu pasca persalinan.
Empat penghargaan.
Empat karya.
Satu kampus.
Ada yang Sedang Tumbuh di Sidrap
Jika dicermati lebih dalam, prestasi ini sebenarnya bukan sekadar soal lomba.
Ada sesuatu yang sedang tumbuh di baliknya.
Budaya riset.
Budaya bertanya.
Budaya mencari solusi.
Sebuah budaya akademik yang selama ini identik dengan kampus-kampus besar kini mulai terlihat berkembang di Sidrap.
Rektor ITKES Muhammadiyah Sidrap, Dr. Muhammad Tahir, S.SKM., M.Kes., menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja keras panjang seluruh civitas akademika.
Namun bagi masyarakat Sidrap, keberhasilan ini punya makna yang lebih besar.
Ia menjadi bukti bahwa anak-anak daerah tidak harus pergi jauh untuk mendapatkan lingkungan akademik yang kompetitif.
Karena ternyata, di kampus yang berdiri di tanah Nene Mallomo ini, prestasi nasional juga bisa lahir.
Ketika Nama Sidrap Bergema di Forum Nasional
Di tengah derasnya arus persaingan dunia pendidikan tinggi, kemenangan ini mengirimkan pesan yang sederhana namun kuat.
Bahwa kualitas tidak selalu ditentukan oleh ukuran kampus.
Tidak selalu ditentukan oleh lokasi.
Dan tidak selalu ditentukan oleh kemegahan gedung.
Kadang, kualitas lahir dari ruang-ruang diskusi kecil, dari dosen yang tekun membimbing, serta mahasiswa yang tidak pernah lelah meneliti.
Empat penghargaan nasional yang dibawa pulang ITKES Muhammadiyah Sidrap mungkin hanya berupa trofi dan sertifikat.
Namun di balik itu, ada nama Sidrap yang ikut disebut di panggung nasional.
Dan bagi sebuah kampus daerah, itu adalah kemenangan yang jauh lebih besar.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
