Sidikalang, Katasulsel, com – Pengusaha truk toronton diminta bertanggung jawab atas kecelakaan maut di Invaliden Desa Pegagan Julu 2 Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Sumatera Utara.

Hal itu ditandaskan Parlin Pasaribu (43), korban rumah rusak, Senin (22/6).

“Selain rumah rusak, mobil Avanza saya juga ringsek kena tabrak”, kata Parlin.

Dia mengaku kecewa sebab pengusaha belum menjenguk korban. Belum menunjukkan empati.

“Masya rumah kami rusak, mobil hancur tetapi sepatah katapun belum disampaikan pengusaha? Pemilik kendaraan mesti tanggung jawab”, tegas Parlin.

Diterangkan, 2 rumah tetangganya mengalami kondisi lebih parah. Yakni kediaman Lumban Gaol boru Ritonga dan Pasaribu/Dorlina boru Nainggolan.

Dorlina menyebut, mengalami luka di wajah dan gangguan kepala serta dada. Tubuhnya terpental setelah truk bermuatan besi menghantam tembok rumah. Kala itu, dia tidur di kamar depan bersama pitrinya, Valentina boru Pasaribu (12).

Sementara itu, Donni Sibagariang (43) sudah menjalani operasi di bagian kepala. Wajahnya juga lembam. Mata bengkak. Ibunya, Rosmaini Pasaribu (71) dirujuk ke Medan.

Dia menuturkan, putrinya, Serren boru Bagariang pelajar SMP kelas 3, wafat akibat musibah. Ia tak bisa menghadiri pemakaman si buah hati. Seorang anak diketahui bermarga Sinaga juga tewas.

“Perut anak, marga Sinaga tergilas”, ungkapnya.

Dijelaskan, mereka berangkat dari Desa Bukit Selamat Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat menuju Barus Kabupaten Tapanuli Tengah. Tujuan perjalanan, menghadiri pesta tugu.

“Kami 12 orang termasuk sopir. Saya, istri dan 4 anak ikut. Namun, kejadian tak terhindarkan”, kata Donni.

Kasat lantas Polres Dairi, Itu Rotua Sipayung mengatakan, masih melakukan penyelidikan. Belum gelar perkara menentukan siapa tersangka.

“Kami memeriksa saksi, termasuk korban luka ringan”, kata Rotua.

Diterangkan, polisi sudah terhubung dengan perusahaan pemilik toronton. Kabarnya, segera segera datang.(*)