Sidrap, katasulsel.com — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia Amalia Adininggar Widyasanti turun langsung ke lapangan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Kamis, 12 Maret 2026, untuk melakukan supervisi dan verifikasi data pertumbuhan ekonomi daerah yang dilaporkan oleh BPS Sidrap.
Langkah tersebut dilakukan setelah data statistik menunjukkan lonjakan pertumbuhan ekonomi Sidrap yang mencapai 7,71 persen pada tahun 2025, meningkat tajam dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran 4 persen.
Untuk memastikan keakuratan data tersebut, Amalia memilih melakukan pengecekan langsung pada sektor-sektor utama penopang ekonomi Sidrap, yakni pertanian dan peternakan.
Di lapangan, Kepala BPS RI meninjau sentra produksi padi dan beras serta aktivitas peternakan ayam ras, yang selama ini dikenal sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat Sidrap.
Selain melihat langsung aktivitas produksi, Amalia juga melakukan proses recheck atau pencocokan data statistik dengan kondisi riil di lapangan.
Hasilnya, menurut dia, data yang dicatat oleh BPS Sidrap terbukti selaras dengan kondisi yang ada di lapangan.
“Setelah kami lakukan pengecekan langsung dan recheck terhadap data yang dilaporkan, hasilnya memang sesuai. Aktivitas pertanian dan peternakan di Sidrap sangat kuat,” ungkap Amalia.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari supervisi BPS RI terhadap proses pencatatan data statistik daerah, sekaligus memastikan bahwa angka pertumbuhan ekonomi yang dilaporkan benar-benar menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, lonjakan pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan hasil
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Sidrap yang sebelumnya sekitar 4 persen kini meningkat menjadi 7,71 persen pada tahun 2025, dan pemerintah daerah menargetkan angka tersebut akan kembali meningkat pada 2026.
Tidak hanya itu, sejumlah indikator pembangunan lainnya juga menunjukkan tren positif.
“Angka kemiskinan Sidrap saat ini menjadi yang terendah di Sulawesi Selatan dari 21 kabupaten/kota. Indeks Pembangunan Manusia juga meningkat dari 74 menjadi 75, sementara angka pengangguran terus menurun,” jelas Syaharuddin.
Empat indikator utama tersebut, kata dia, akan terus diperkuat melalui strategi pembangunan ekonomi daerah yang dirumuskan dalam program “Tanam, Panen, Hilirisasi.”
Program tersebut menekankan penguatan produksi sekaligus hilirisasi hasil pertanian dan peternakan agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih besar.
Syaharuddin juga menegaskan bahwa Sidrap memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi pangan dan peternakan nasional.
Beberapa komoditas unggulan daerah yang terus dikembangkan antara lain daging ayam, anak ayam (DOC), telur ayam, serta beras.
Selain itu, Sidrap juga memiliki potensi di sektor energi terbarukan, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap, yang dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga angin pertama di Indonesia.
Dengan kombinasi kekuatan di sektor pertanian, peternakan, dan energi, pemerintah daerah optimistis Sidrap mampu terus mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (edy)



Tinggalkan Balasan