Penulis:
Titin Mutmainnah

Sidrap, katasulsel.com — Lemari obat hampir ada di setiap rumah.

Di dalamnya tersimpan berbagai jenis obat.

Mulai dari obat flu, obat batuk, antibiotik, obat tetes mata, hingga vitamin yang pernah dibeli saat anggota keluarga sakit.

Masalahnya, banyak obat itu disimpan berbulan-bulan.

Bahkan ada yang bertahun-tahun.

Ketika sakit datang lagi, obat lama itu kembali digunakan.

Tanpa dicek.

Tanpa diketahui apakah masih aman atau tidak.

Fenomena inilah yang menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin saat menggelar edukasi kesehatan di Desa Corawali, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Mereka menemukan masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara tanggal kedaluwarsa (Expired Date/ED) dan batas aman penggunaan obat setelah kemasan dibuka atau dikenal dengan istilah Beyond Use Date (BUD).

Padahal keduanya sangat berbeda.

Banyak Warga Hanya Lihat Tanggal Expired

Selama ini sebagian besar masyarakat Sidrap hanya berpatokan pada tanggal yang tercetak di kemasan.

Jika tanggal kedaluwarsa masih lama, obat dianggap aman digunakan.

Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Beberapa jenis obat memiliki masa penggunaan yang jauh lebih pendek setelah kemasannya dibuka.

Contohnya obat tetes mata, sirup, hingga beberapa jenis obat racikan.

Jika digunakan melewati batas aman tersebut, kualitas obat bisa menurun bahkan berisiko menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

Karena itu mahasiswa KKN-PK Unhas menggelar program edukasi bertajuk Optimalisasi Penggunaan Obat yang Aman melalui Edukasi Beyond Use Date (BUD), Expired Date (ED), dan Pembuangan Obat yang Benar.

Edukasi yang Dekat dengan Kehidupan Warga

Berbeda dengan penyuluhan kesehatan yang sering membahas penyakit tertentu, kegiatan ini menyentuh persoalan yang hampir dialami setiap keluarga.

Bagaimana menyimpan obat.

Bagaimana mengenali obat yang sudah tidak layak digunakan.

Dan bagaimana membuang obat dengan benar.

Mahasiswa menggunakan media poster, contoh sediaan obat, diskusi interaktif, hingga sesi tanya jawab agar materi lebih mudah dipahami masyarakat.

Peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan setelah mengikuti edukasi.

Sidrap Punya Bank Sampah Obat

Salah satu hal menarik dalam program ini adalah diperkenalkannya Bank Sampah Obat di Desa Corawali.

Program tersebut menjadi yang pertama di desa tersebut.

Melalui fasilitas ini, masyarakat dapat mengumpulkan obat rusak, obat sisa, maupun obat yang sudah melewati masa penggunaannya tanpa harus membuangnya sembarangan.

Langkah ini dinilai penting karena masih banyak warga yang membuang obat ke tempat sampah rumah tangga atau saluran air.

Padahal kandungan kimia dalam obat dapat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan benar.

Desa Corawali Jadi Contoh

Bidan Desa Corawali, Hernianti, A.Md.Keb., menyambut baik kegiatan tersebut.

Menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan obat sangat dibutuhkan masyarakat karena berkaitan langsung dengan kesehatan keluarga.

Ia berharap keberadaan Bank Sampah Obat dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Corawali.

Sementara mahasiswa pelaksana program berharap kebiasaan menyimpan obat tanpa memperhatikan masa penggunaannya bisa mulai berkurang.

Persoalan Kecil yang Berdampak Besar

Banyak orang menganggap obat hanya menjadi masalah ketika tidak tersedia.

Padahal obat yang salah disimpan atau digunakan setelah melewati masa amannya juga dapat menjadi persoalan kesehatan.

Karena itu, edukasi sederhana seperti yang dilakukan mahasiswa KKN-PK Unhas memiliki dampak yang besar.

Setidaknya, warga kini mulai memahami bahwa keamanan obat tidak hanya ditentukan oleh tanggal yang tertulis di kemasan.

Tetapi juga oleh cara penyimpanan, kondisi obat, serta lama waktu sejak kemasan dibuka.

Dari Desa Corawali, kesadaran baru itu mulai tumbuh.

Bahwa menjaga kesehatan keluarga bisa dimulai dari satu langkah sederhana.

Mengecek kembali obat-obatan yang selama ini tersimpan di rumah. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini