Abbiyyu Fawwaz
abiyufawaz24@gmail.com

SIDRAP – Pelajaran tentang matematika, bahasa, dan ilmu pengetahuan sudah menjadi bagian rutin di sekolah. Namun, bagaimana dengan pelajaran mengenali perasaan sendiri?

Pertanyaan itu menjadi dasar lahirnya program “Learning About Feelings: Understanding Emotion, One Smile at a Time” yang digelar Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin, Abbiyyu Fawwaz, di SDN 7 Otting dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Ajubissue, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap.

Di tengah perhatian masyarakat yang semakin besar terhadap kesehatan mental, edukasi mengenai emosi dinilai menjadi kebutuhan penting bagi anak-anak. Sebab, banyak persoalan perilaku di lingkungan sekolah berawal dari ketidakmampuan siswa memahami dan mengelola perasaan mereka sendiri.

Dalam kegiatan tersebut, siswa kelas IV diajak mengenali berbagai bentuk emosi melalui metode yang ringan dan menyenangkan. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat dalam permainan, diskusi, hingga berbagi pengalaman pribadi yang berkaitan dengan perasaan sehari-hari.

Abbiyyu Fawwaz menjelaskan bahwa kemampuan memahami emosi merupakan keterampilan dasar yang perlu dibangun sejak usia dini.

Menurutnya, anak yang mampu mengenali perasaan dirinya cenderung lebih mudah berkomunikasi, menyelesaikan konflik, dan membangun hubungan sosial yang sehat.

“Sering kali anak dianggap nakal atau sulit diatur, padahal mereka hanya belum memahami apa yang sedang dirasakan. Ada yang sebenarnya sedih tetapi mengekspresikannya dengan kemarahan, ada yang takut tetapi memilih diam. Karena itu penting bagi anak untuk mengenal emosinya sejak dini,” jelasnya.

Materi yang diberikan mencakup enam emosi dasar, yakni senang, sedih, marah, takut, terkejut, dan jijik. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan konsep emosi campuran yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui studi kasus sederhana, para siswa diajak memahami bahwa setiap orang dapat merasakan lebih dari satu emosi dalam waktu bersamaan.

Suasana kelas berubah menjadi lebih hidup ketika siswa mulai menceritakan pengalaman mereka. Ada yang mengaku pernah marah karena diejek teman, ada yang merasa sedih ketika dimarahi orang tua, dan ada pula yang merasa takut saat harus berbicara di depan kelas.

Cerita-cerita sederhana itu menjadi pintu masuk untuk membantu siswa memahami bahwa semua emosi adalah hal yang normal.

Menariknya, kegiatan ini juga mengangkat isu yang sering luput dari perhatian, yakni kebiasaan memendam perasaan.

Menurut Abbiyyu, banyak anak yang memilih diam ketika menghadapi masalah karena takut dianggap lemah atau tidak ingin merepotkan orang lain.

Padahal, kebiasaan tersebut dapat berdampak pada perkembangan psikologis anak jika berlangsung dalam jangka panjang.

Karena itu, peserta diajak mempraktikkan cara-cara sehat dalam mengelola emosi, seperti berbicara kepada orang yang dipercaya, menuliskan perasaan, serta mencari solusi tanpa melukai diri sendiri maupun orang lain.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan edukatif, dan berani mengungkapkan pendapat di depan teman-temannya.

Bagi dunia pendidikan, program semacam ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan anak tidak hanya diukur dari nilai rapor.

Kemampuan memahami diri sendiri, mengendalikan emosi, dan membangun hubungan sosial yang baik juga merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental dapat tumbuh sejak bangku sekolah dasar.

Sebab, generasi yang sehat bukan hanya mereka yang kuat secara fisik, tetapi juga mampu memahami dirinya sendiri, menghargai perasaan orang lain, dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri serta berempati.

Di Desa Ajubissue, langkah kecil itu telah dimulai dari sebuah pelajaran sederhana: mengenali perasaan sebelum perasaan itu mengendalikan diri.

Penulis: Abbiyyu Fawwaz
Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin

Topik Terkait: Sidrap
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini