Pinrang, katasulsel.com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM di Pinrang turun ke jalan, Senin (27/4/2026). Mereka menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD untuk menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih bermasalah di lapangan.

Aksi yang melibatkan mahasiswa dari STAI DDI Pinrang, STKIP DDI Pinrang, dan ICP ini diawali dengan orasi di simpang empat Jalan Sultan Hasanuddin. Dari sana, massa bergerak ke kantor DPRD sambil membawa sejumlah tuntutan.

Mahasiswa menilai program MBG yang seharusnya membantu justru menyisakan banyak catatan. Mereka mendesak audit menyeluruh terhadap dapur MBG, evaluasi kinerja koordinator wilayah, hingga transparansi pengelolaan program.

Tak cuma itu, mereka juga menyoroti dugaan makanan yang tidak layak konsumsi di beberapa titik, pengelolaan limbah yang belum maksimal, serta pelaksanaan yang dianggap tidak sesuai standar.

Setiba di kantor DPRD, massa diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Pinrang, Sakka Irfandi, bersama Ketua Komisi II, Amri Manangkasi.

Pihak DPRD menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi tersebut. Mereka berjanji akan menyurati Badan Gizi Nasional untuk meminta evaluasi pelaksanaan program MBG di daerah.

Namun, soal tuntutan pergantian Koordinator Wilayah, DPRD menegaskan itu bukan kewenangan mereka.

Sebagai jalan tengah, DPRD menyarankan mahasiswa mengajukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) resmi agar semua pihak terkait bisa dipanggil dan duduk bersama mencari solusi.

Aliansi BEM Pinrang pun menyetujui langkah tersebut dan berencana melanjutkan aksi ke tahap berikutnya.

Aksi berjalan tertib dengan pengawalan aparat dari Polres Pinrang yang dipimpin Kapolres Edy Sabhara Mangga Barani. Polisi mengimbau agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan secara damai dan sesuai aturan. (*)

Pemimpin Redaksi
Mengawal kualitas, arah pemberitaan, dan independensi redaksi