Sidrap, katasulsel.com — Bukan hanya hamparan sawah dan bukit yang menjadi pemandangan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Ada jejak sejarah yang pernah tercipta ketika puluhan kincir angin raksasa berdiri dan Presiden Joko Widodo datang meresmikannya.
Delapan tahun lalu, tepatnya 2 Juli 2018, Jokowi menginjakkan kaki di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu. Di lokasi itu, ia meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap berkapasitas 75 Megawatt—proyek yang kemudian tercatat sebagai pembangkit listrik tenaga angin skala utilitas pertama di Indonesia.
Di balik putaran 30 turbin angin raksasa tersebut, tersimpan cerita tentang bagaimana angin dari tanah Sidrap mulai masuk dalam sejarah kelistrikan nasional.
Saat itu, Jokowi bahkan sempat keluar dari salah satu turbin usai peresmian. Momen tersebut menjadi simbol lahirnya babak baru energi terbarukan Indonesia.
PLTB Sidrap berdiri di dua wilayah, yakni Desa Mattirotasi dan Desa Lainungan. Proyek ini dikembangkan PT UPC Sidrap Bayu Energi sejak 2013, melalui kolaborasi UPC Renewables, PT Binatek Energi Terbarukan, dan AC Energi.
Pembangkit ini dibangun untuk memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbar), sekaligus menjadi penanda bahwa energi dari alam mulai mendapat tempat dalam strategi energi nasional.
Pihak pengembang kala itu menyebut keberhasilan proyek tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemkab Sidrap, Pemkot Parepare, hingga PT PLN (Persero).
Kini, nama PLTB Sidrap masih menjadi salah satu ikon energi bersih di Indonesia. Sebuah pengingat bahwa dari hembusan angin di sebuah desa kecil di Sulsel, pernah lahir cerita besar tentang masa depan listrik Indonesia.
(*)
