Bone, Katasulsel.com – Upaya meningkatkan kapasitas petani di Kabupaten Bone mendapat tambahan dukungan dari kalangan akademisi. Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (KPI) Universitas Hasanuddin akan menjalankan Program Mannennungeng di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Barebbo.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara tim mahasiswa Universitas Hasanuddin dengan Camat Barebbo, Andi Yusuf, S.STP., M.Si., di Kantor Kecamatan Barebbo.

Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi langkah awal membangun kolaborasi yang diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat tani di wilayah tersebut.

Bagi masyarakat Bone, khususnya petani di Kecamatan Barebbo, program ini membawa harapan baru. Sebab, selain menghadirkan pendampingan, mahasiswa juga akan memperkenalkan berbagai inovasi dan teknologi pertanian yang dapat membantu meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola usaha taninya.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin Tahun 2026, Fadel Muhammad S., menjelaskan bahwa Program Mannennungeng dirancang untuk memperkuat kemampuan petani melalui pendekatan yang berbasis kebutuhan masyarakat desa.

Program tersebut mencakup pelatihan, pendampingan kelompok tani, hingga penerapan teknologi pertanian cerdas yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi Desa Kajaolaliddong.

Menurut Fadel, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di banyak wilayah Bone. Karena itu, penguatan kapasitas petani menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya selesai pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu kami membangun kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat agar program ini berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Fadel menambahkan, Program Mannennungeng tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil pertanian. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu membangun ekosistem kolaborasi yang melibatkan pemerintah, kelompok tani, mahasiswa, dan masyarakat desa.

Dengan adanya keterlibatan berbagai pihak, setiap inovasi yang diperkenalkan memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat.

Menanggapi pemaparan tersebut, Camat Barebbo, Andi Yusuf, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa Universitas Hasanuddin terhadap pembangunan masyarakat desa di Bone.

Ia menilai konsep yang ditawarkan melalui Program Mannennungeng sejalan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan pertanian yang semakin dinamis.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di Kecamatan Barebbo.

Karena itu, Pemerintah Kecamatan Barebbo siap memberikan dukungan agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

“Dukungan dari pemerintah tentu menjadi bagian penting dalam mewujudkan keberhasilan sebuah program pengabdian. Kami berharap kolaborasi ini mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, khususnya petani di Desa Kajaolaliddong,” kata Andi Yusuf.

Dosen Pendamping PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa keterlibatan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memastikan program berjalan efektif.

Menurutnya, keberhasilan program pengabdian masyarakat tidak hanya bergantung pada inovasi yang ditawarkan, tetapi juga pada kekuatan kolaborasi yang dibangun bersama masyarakat dan pemerintah setempat.

“Kami ingin memastikan program ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu sinergi dengan pemerintah dan kelompok tani menjadi bagian yang sangat penting,” ujarnya.

Program Mannennungeng sendiri akan dilaksanakan melalui berbagai tahapan kegiatan, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga implementasi teknologi pertanian cerdas di Desa Kajaolaliddong.

Dengan dukungan Pemerintah Kecamatan Barebbo, program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu model kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Bone.

Bagi petani Kajaolaliddong, program ini bukan hanya tentang teknologi atau pelatihan. Lebih dari itu, program ini menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan, dan memperkuat kemandirian dalam mengelola pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.(*)