Sidrap, Katasulsel.com — Ketika berbicara tentang pertanian, perhatian biasanya tertuju pada hasil panen, harga gabah, pupuk, atau irigasi. Namun ada satu persoalan yang sering luput dari perhatian: keselamatan petani saat bekerja di sawah dan kebun.

Padahal, aktivitas sehari-hari yang dilakukan petani menyimpan banyak risiko. Mulai dari cedera akibat alat pertanian, paparan pestisida, sengatan panas matahari, hingga gangguan kesehatan yang muncul setelah bertahun-tahun bekerja tanpa perlindungan yang memadai.

Fakta itulah yang mendorong Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin Angkatan 69 menghadirkan program SINERGI (Semangat Edukasi Keselamatan dan Pengendalian Risiko pada Petani) di Desa Passeno, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Program yang digagas Alya Muftia Rahma, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), ini diikuti oleh 21 petani setempat.

Di Balik Julukan Lumbung Pangan

Sebagai salah satu daerah sentra pertanian di Sulawesi Selatan, Sidrap dikenal luas sebagai lumbung pangan. Ribuan warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Namun di balik produktivitas tersebut, terdapat risiko pekerjaan yang tidak selalu terlihat.

Banyak petani terbiasa bekerja berjam-jam di bawah terik matahari tanpa perlindungan yang cukup. Sebagian masih menganggap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai hal yang merepotkan.

Ada pula yang belum memahami dampak jangka panjang dari paparan pestisida maupun posisi kerja yang tidak ergonomis.

Padahal, menurut berbagai kajian kesehatan kerja, sektor pertanian termasuk salah satu pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang cukup tinggi.

Dari Sawah hingga Penyemprotan Pestisida

Melalui program SINERGI, para petani diberikan pemahaman mengenai berbagai potensi bahaya yang dapat muncul dalam aktivitas pertanian sehari-hari.

Mulai dari risiko saat mencangkul, menggunakan alat pertanian, memanen hasil kebun, hingga saat mencampur dan menyemprot pestisida.

Edukasi juga menyoroti pentingnya penggunaan APD seperti sarung tangan, masker, topi pelindung, sepatu kerja, dan pakaian yang sesuai saat berada di lahan pertanian.

Menurut Alya Muftia Rahma, banyak kecelakaan kerja sebenarnya dapat dicegah jika pekerja memahami potensi risiko yang ada di sekitarnya.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kesadaran bahwa keselamatan kerja bukan hanya untuk pekerja industri atau pabrik, tetapi juga sangat penting bagi petani yang setiap hari bekerja di lingkungan dengan berbagai potensi bahaya,” jelasnya.

Petani Mulai Sadar Pentingnya K3

Kegiatan berlangsung interaktif melalui presentasi, pemutaran video edukatif, diskusi kelompok, hingga sesi berbagi pengalaman antarpetani.

Menariknya, para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga menceritakan pengalaman mereka menghadapi risiko saat bekerja di sawah maupun kebun.

Beberapa petani mengaku pernah mengalami iritasi akibat pestisida, cedera ringan saat menggunakan alat pertanian, hingga kelelahan karena bekerja terlalu lama di bawah sinar matahari.

Diskusi tersebut membuka kesadaran bahwa banyak kejadian yang selama ini dianggap “biasa” sebenarnya termasuk risiko kerja yang perlu dicegah.

Untuk mengukur efektivitas kegiatan, mahasiswa juga melakukan pre-test dan post-test guna melihat peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi.

Investasi Kesehatan untuk Petani Sidrap

Bagi daerah agraris seperti Sidrap, keselamatan petani memiliki hubungan langsung dengan produktivitas pertanian.

Petani yang sehat dan terlindungi akan lebih produktif, lebih sedikit mengalami cedera, dan mampu mempertahankan aktivitas pertanian dalam jangka panjang.

Karena itu, edukasi K3 tidak hanya berbicara soal kesehatan individu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Melalui program SINERGI, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap para petani di Desa Passeno semakin memahami pentingnya mengenali risiko kerja, menggunakan APD, serta menerapkan prinsip keselamatan dalam setiap aktivitas pertanian.

Sebab di tengah upaya meningkatkan hasil panen, ada satu hal yang tidak kalah penting untuk dijaga: keselamatan petani itu sendiri.

Penulis: Alya Muftia Rahma
Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Universitas Hasanuddin, KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Topik Terkait: Sidrap
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini