SIDRAP — Sakit pinggang dan nyeri otot sering dianggap bagian dari risiko pekerjaan petani. Padahal, banyak kasus muncul bukan semata karena beratnya pekerjaan, melainkan akibat posisi tubuh yang salah saat beraktivitas.
Fenomena itu menjadi perhatian Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas), Ahmad Bagas Rizki Mulya, yang menggelar program GERAK TANI (Gerakan Ergonomi dan Aktivitas Sehat bagi Masyarakat dan Petani) di Dusun Lariu, Desa Tana Toro, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Minggu (26/7/2026).
Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Fakultas Keperawatan Unhas tersebut mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat pedesaan Sidrap, yakni tingginya keluhan nyeri otot dan nyeri punggung bawah atau low back pain yang sering dialami petani maupun warga yang aktif bekerja secara fisik.
Dalam kegiatan itu, warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya gerakan ergonomis saat bekerja, mulai dari cara membungkuk, mengangkat beban, hingga posisi tubuh saat melakukan aktivitas sehari-hari.
Selama ini, banyak masyarakat menganggap nyeri pinggang sebagai kondisi yang wajar seiring bertambahnya usia. Namun menurut Ahmad Bagas, kebiasaan melakukan gerakan yang tidak tepat justru menjadi salah satu penyebab utama munculnya keluhan tersebut.
Melalui program GERAK TANI, peserta diajak mengenali faktor risiko nyeri otot, dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari, hingga cara sederhana untuk mencegahnya melalui peregangan dan aktivitas fisik yang benar.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Setelah itu, warga mendapatkan edukasi mengenai konsep ergonomi, manfaat stretching, serta pentingnya menjaga posisi tubuh saat bekerja di kebun maupun di rumah.
Tidak berhenti pada teori, peserta juga langsung mempraktikkan berbagai gerakan peregangan yang aman dan mudah dilakukan. Gerakan tersebut dirancang agar dapat diterapkan secara mandiri tanpa memerlukan alat khusus.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi dan menceritakan berbagai keluhan yang selama ini dialami saat bekerja.
Salah seorang peserta, Arman, mengaku baru menyadari bahwa kebiasaan bekerja dengan posisi tubuh yang salah menjadi penyebab utama sakit pinggang yang sering dirasakannya.
“Selama ini saya sakit pinggang belakang, ternyata gerakan yang dilakukan tidak ergonomi. Gerakannya mudah diikuti dan tidak sulit dilakukan di rumah. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan karena sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya.
Ahmad Bagas Rizki Mulya berharap edukasi tersebut dapat menjadi langkah awal membangun kesadaran masyarakat Sidrap terhadap pentingnya menjaga kesehatan otot dan sendi melalui gerakan yang benar.
“Kami berharap masyarakat dapat menerapkan gerakan ergonomi sederhana yang telah diajarkan sebagai kebiasaan sehari-hari sehingga dapat membantu mencegah nyeri otot serta meningkatkan kualitas hidup,” katanya.
Bagi daerah agraris seperti Sidrap yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup dari sektor pertanian, kesehatan fisik menjadi modal utama untuk tetap produktif. Karena itu, memahami cara bergerak yang benar tidak lagi sekadar pengetahuan tambahan, melainkan kebutuhan penting agar petani tetap kuat bekerja tanpa harus akrab dengan keluhan sakit pinggang.
Dari Dusun Lariu, pesan sederhana itu disampaikan: bekerja keras memang penting, tetapi bekerja dengan cara yang benar jauh lebih menentukan kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
