Sidikalang, Katasulsel.com — Proyek penanganan longsor dikelola Pemerintah Sumatera Utara di Desa Bukit Tinggi Kecamatan Pegagan Hilir Kabupaten Dairi terkatung-katung.
Seorang warga setempat menyebut, konstruksi itu ditinggal sejak tahun 2024. Hingga kini tak kunjung tuntas. Sebagian longsor masih tetap menganga.
“Proyeknya dikerjakan tahun 2024. Biaya Rp1,9 milliar. Kondisinya terkatung-katung. Diterlantarkan”, kata warga, Jumat (19/6/2026).
Dijelaskan, badan jalan amblas terjadi tahun 2022. Upaya rehabilitasi terbilang lama dimulai. Kala itu, penduduk bergotong royong membuat rangkaian darurat agar kendaraan bisa lewat. Sebab, setiap hari, hasil tani dibawa keluar untuk dipasarkan.
“Sampai sekarang tidak tuntas, Ditinggalkan”, kata warga.
Disebutkan, jalur itu berada di bawah kewenangan Gubernur Sumut. Kategori jalan propinsi menghubungkan Desa Sumbul Tengah-Tiga Baru Kecamatan Pegagan Hilir.
Anggota DPRD Sumut fraksi PDI Perjuangan, Alfriansah Ujung mengatakan, akan menelusuri lembaga mana mengelola kegiatan.
“Saya cari dulu infonya, lembaga mana mengelola kegiatan”, kata Alfri.
Ditambahkan, dirinya menaruh atensi khusus agar infrastruktur buruk itu segera diperbaiki. Dia mengakui, ruas itu hancur-hancuran sementara hasil tani banyak diproduksi. (*)
