Malaysia, katasulsel.com — Nama Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali berkibar di panggung internasional. Kali ini melalui kiprah akademisi asal Sidrap, Dr. Ns. Muh. Yusuf Tahir, M.Kes., M.Kep., yang dipercaya menjadi guest lecturer di Sunway University, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (25/6/2026).

Kepercayaan tersebut menjadi catatan membanggakan tersendiri. Pasalnya, Sunway University dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Malaysia yang masuk dalam pemeringkatan internasional QS World University Rankings.

Di hadapan civitas akademika kampus tersebut, Dr. Yusuf membawakan kuliah umum bertema “Advancing HIV/AIDS Research, Nursing, Health Policy and Community Engagement”. Materi yang mengupas pengembangan riset HIV/AIDS, keperawatan, kebijakan kesehatan, dan keterlibatan masyarakat itu mendapat perhatian dan apresiasi dari peserta maupun pihak universitas.

Apresiasi khusus datang dari Head of School of Nursing Sunway University, Prof. Khatijah Abdullah @ Lim Geok Khim, yang menilai materi yang disampaikan memiliki kontribusi penting bagi pengembangan ilmu keperawatan dan kesehatan masyarakat.

Tak hanya mendapat sambutan positif, Dr. Yusuf juga menerima undangan khusus untuk kembali mengajar pada semester berikutnya di Sunway University. Undangan tersebut menjadi pengakuan atas kompetensi akademik dan pengalaman yang dimilikinya di bidang kesehatan dan pengabdian masyarakat.

Bagi masyarakat Sidrap, capaian ini bukan sekadar prestasi pribadi. Sosok Dr. Yusuf dikenal aktif dalam berbagai bidang, mulai sebagai dosen STIKes Panakkukang Makassar, Staf Ahli PKK Kabupaten Sidrap, hingga Staf Ahli DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Keikutsertaannya sebagai dosen tamu internasional juga menjadi bagian dari implementasi kerja sama akademik antara STIKes Panakkukang Makassar dan Sunway University Kuala Lumpur dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta kolaborasi lintas negara.

“Alhamdulillah, ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tapi kebanggaan Sidrap dan Sulsel. Semoga amanah ini bisa membuka jalan kolaborasi riset dan pengabdian yang lebih luas untuk daerah kita,” ujar Dr. Yusuf.

Di tengah semakin ketatnya persaingan dunia pendidikan global, kehadiran akademisi asal daerah di forum internasional menjadi bukti bahwa kualitas sumber daya manusia Sulawesi Selatan mampu bersaing di tingkat dunia.

Lebih dari sekadar mengisi ruang kuliah, langkah Dr. Yusuf di Malaysia membuka peluang baru bagi lahirnya jejaring riset, pertukaran ilmu pengetahuan, dan kolaborasi internasional yang dapat memberi manfaat bagi dunia pendidikan dan kesehatan di Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan.

Dari Sidrap menuju Kuala Lumpur, perjalanan akademik itu menjadi pesan bahwa karya dan ilmu pengetahuan tidak mengenal batas wilayah. Ketika kompetensi berbicara, nama daerah pun ikut dikenal di panggung dunia. (*)