Di usianya yang masih sangat muda, ia sudah belajar satu hal penting: mimpi besar tidak pernah bertanya dari mana seseorang berasal.

Oleh: Sumiati S., S.H

Malam itu lampu panggung di Lapangan Sport Center Polewali Mandar menyala terang.

Musik mengalun pelan.

Sorot cahaya bergerak mengikuti langkah demi langkah para peserta yang tampil mengenakan balutan gaun malam berbahan sutra Mandar.

Di antara begitu banyak peserta dari Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan, ada satu nama yang pelan-pelan mulai mencuri perhatian penonton.

Namanya: Ratu Nurhilma Thalita.

Gadis muda asal Kabupaten Sidrap itu berjalan dengan tenang di atas catwalk.

Tidak terburu-buru.

Tidak terlihat gugup.

Padahal usianya masih sangat muda. Masih duduk di bangku kelas 7.

Tetapi malam itu, cara ia melangkah seperti seseorang yang sudah lama akrab dengan panggung besar.

Gaun sutra Mandar berwarna ungu blink membalut tubuhnya dengan anggun. Sentuhan makeup karya Shakila Hadid membuat penampilannya terlihat semakin elegan di bawah cahaya lampu festival budaya yang digelar di Polewali Mandar, Kamis malam (14/5/2026).

Sorakan penonton mulai terdengar ketika Ratu melangkah ke tengah panggung.

Ia tersenyum tipis.

Lalu melanjutkan catwalk dengan penuh percaya diri.

Malam itu, Ratu tidak hanya tampil sebagai peserta.

Ia tampil seperti seseorang yang benar-benar menikmati prosesnya.

Dan mungkin memang itu rahasianya.

Sebab banyak orang bisa berjalan di atas panggung.

Tetapi tidak semua bisa membuat orang ikut memperhatikan setiap langkahnya.

Di ajang Culture Festival Mandar itu, Ratu akhirnya berhasil masuk Top 3. Sebuah pencapaian yang tidak datang begitu saja.

Trofi, sertifikat, dan uang pembinaan pun diberikan panitia sebagai bentuk apresiasi atas penampilannya.

Namun sesungguhnya, yang lebih besar dari itu adalah pengakuan bahwa talenta muda asal Sidrap mampu bersaing di panggung regional.

Bahkan mungkin lebih jauh lagi.

Yang menarik, Ratu bukan hanya dikenal di dunia modeling.

Di balik penampilannya yang anggun di atas catwalk, ia juga seorang atlet taekwondo yang penuh prestasi.

Sebuah kombinasi yang tidak biasa.

Lembut di panggung.

Kuat di arena olahraga.

Gadis berdarah Bugis, Sunda, dan Jawa Barat itu adalah putri tunggal pasangan Lukman dan Sumiati asal Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu.

Dan meski usianya masih sangat muda, daftar prestasinya sudah cukup panjang.

Ia pernah meraih medali emas taekwondo putri kategori pracadet tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada Open Tournament Poltek tahun 2023.

Lalu kembali meraih medali emas di Open Tournament Tamarunang tahun 2024.

Tidak berhenti di situ, Ratu juga sukses membawa pulang emas Turnamen Unhas Cup tingkat nasional di Makassar pada tahun yang sama.

Di bidang modeling, langkahnya juga terus bergerak naik.

Mulai dari Juara Harapan 1 Ana Dara Malebbi Sidrap, The Best Make Up Ana Dara Malebbi Sulsel, hingga menjadi Runner Up 1 Wonderful Model Indonesia tingkat nasional di Jakarta tahun 2025.

Bahkan di ajang Pemilihan Putra Putri Sutra Mandar Sulawesi Barat 2026, ia kembali menunjukkan kemampuannya dengan meraih Runner Up 2.

Prestasi-prestasi itu tentu tidak datang dari keberuntungan semata.

Ada latihan.

Ada rasa lelah.

Ada rasa ragu yang harus dilawan diam-diam.

Dan Ratu mengaku sempat tidak percaya diri mengikuti event Sutra Mandar tersebut.

Maklum saja.

Pesertanya bukan orang sembarangan.

Banyak model berprestasi dari Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan ikut bersaing malam itu.

Tetapi akhirnya ia memilih mencoba.

Dan keputusan itu ternyata mengubah banyak hal.

“Saya tidak menyangka bisa tembus Top 3. Awalnya sempat ragu ikut, tapi berkat dukungan Bee Manajemen dan Kak Oji yang selalu memberikan semangat, akhirnya saya siap bersaing dengan model-model berprestasi di Sulawesi Barat,” ungkapnya.

Kalimat itu terdengar sederhana.

Selanjutnya…………

Tetapi sering kali memang begitu awal sebuah keberanian lahir.

Dari seseorang yang awalnya ragu, lalu memilih melangkah.

Ratu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang selama ini terus mendukung setiap proses yang dijalaninya.

Bukan hanya dukungan materi.

Tetapi juga waktu, perhatian, dan keyakinan bahwa anak mereka mampu berkembang lebih jauh.

“Terima kasih juga untuk kedua orang tua saya yang tidak henti-hentinya mendukung saya. Semoga ke depan saya bisa lebih sukses lagi,” tuturnya.

Di luar dunia modeling dan olahraga, Ratu juga dikenal aktif di sekolah.

Ia mengikuti berbagai kegiatan seni, olahraga, hingga memperdalam kemampuan bahasa Inggris.

Barangkali di situlah letak menariknya.

Ratu tidak sedang mencoba menjadi terkenal.

Ia hanya sedang terus bertumbuh lewat banyak hal yang ia sukai.

Dan malam itu di Polewali Mandar, seorang gadis kecil dari Sidrap sekali lagi membuktikan bahwa usia muda bukan alasan untuk takut bermimpi besar.

Karena kadang, langkah kecil di atas catwalk bisa menjadi awal perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih besar.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini