Sidrap, Katasulsel.com β Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, kembali menunjukkan gaya kepemimpinannya yang lugas. Di tengah ancaman kekeringan yang mulai menghantui lahan pertanian, ia memilih bicara terus terang di hadapan publik.
Pesannya sederhana, tetapi keras. Solar harus sampai ke petani, bukan ke tangan pengepul.
Menurut Syaharuddin, musim kemarau yang melanda Sidrap berpotensi mengganggu produktivitas pertanian. Debit air di sejumlah wilayah mulai berkurang sehingga ribuan petani kini sangat bergantung pada mesin pompa untuk mengairi sawah mereka.
Masalahnya, mesin pompa tidak akan hidup tanpa bahan bakar.
Karena itu, seluruh pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sidrap diminta mengutamakan pelayanan pengisian solar bagi para petani.
“Petani harus menjadi prioritas. Mereka sedang berjuang menyelamatkan sawahnya dari kekeringan,” tegas Syaharuddin saat memberikan keterangan kepada media, Minggu (19/7/2026).
Namun, perhatian kepada petani itu dibarengi dengan peringatan keras.
Syaharuddin mengaku tidak ingin lagi mendengar adanya praktik penjualan solar kepada oknum pengepul yang kemudian membawa BBM tersebut keluar dari Kabupaten Sidrap demi mencari keuntungan.
Menurutnya, praktik seperti itu tidak hanya merugikan petani, tetapi juga mengancam ketahanan pangan daerah yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Sidrap.
“Saya ingatkan, jangan sekali-kali bermain dengan solar. Jangan menjual kepada pengepul untuk dibawa keluar daerah, sementara petani kita justru kesulitan mendapatkan BBM,” katanya.
Pernyataan itu bukan sekadar imbauan.
Bupati yang dikenal tegas dalam mengambil keputusan tersebut bahkan mengancam akan bertindak jika menemukan SPBU yang terbukti melakukan praktik curang.
Ia memastikan tidak akan ragu membawa persoalan itu ke tingkat yang lebih tinggi.
Syaharuddin mengatakan dirinya siap berkoordinasi langsung dengan Kementerian maupun Pertamina apabila ada laporan atau temuan mengenai penyaluran solar yang tidak tepat sasaran.
Langkah yang akan diambil pun tidak main-main.
Ia mengaku siap mengusulkan agar SPBU yang terbukti melanggar aturan ditutup.
“Saya tidak akan kompromi. Kalau ada SPBU yang bermain dan mengorbankan petani, saya akan koordinasikan dengan kementerian maupun Pertamina. Saya usulkan untuk ditutup,” tegasnya.
Sikap keras tersebut lahir dari kekhawatiran terhadap kondisi pertanian Sidrap yang saat ini sedang menghadapi tantangan serius akibat minimnya pasokan air.
Selama ini Sidrap dikenal sebagai salah satu daerah lumbung pangan Sulawesi Selatan. Ketika musim kemarau datang, keberhasilan petani mempertahankan produksi sangat bergantung pada irigasi alternatif melalui pompa air berbahan bakar solar.
Karena itulah, distribusi BBM dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga produksi padi tetap berjalan.
Bagi Syaharuddin, memastikan solar sampai ke petani bukan sekadar urusan distribusi energi. Itu adalah bagian dari upaya menjaga sawah tetap hijau, panen tetap berlangsung, dan ketahanan pangan tetap terjaga.
Pesan Bupati Sidrap itu pun menjadi sinyal tegas bahwa di tengah ancaman kekeringan, kepentingan petani harus berada di atas kepentingan para pemburu keuntungan. Di Sidrap, solar diperuntukkan menyelamatkan sawah, bukan memperkaya pengepul.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
