hidayatadit009@gmail.com
SIDRAP — Banyak anak di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menganggap sakit gigi sebagai hal biasa. Padahal, kondisi tersebut sering berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari tanpa disadari.
Mulai dari malas menyikat gigi sebelum tidur, gemar mengonsumsi makanan manis, hingga kebiasaan mengunyah hanya di satu sisi mulut, semuanya dapat menjadi pemicu munculnya masalah kesehatan gigi sejak usia dini.
Kondisi itu mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin menggelar program GEMILANG (Gerakan Edukasi Menuju Gigi Sehat dan Cemerlang) di SD Negeri 3 Otting, Desa Dongi, Kecamatan Pitu Riawa, Sidrap.
Program yang diprakarsai Adtya Hidayat tersebut hadir bukan sekadar memberikan penyuluhan, tetapi mencoba mengubah cara pandang siswa terhadap kesehatan gigi dan mulut.
Sejak kegiatan dimulai, suasana kelas tampak berbeda. Anak-anak diajak berbagi pengalaman tentang sakit gigi yang pernah mereka alami. Ada yang mengaku sulit tidur karena gigi berlubang, ada pula yang pernah tidak masuk sekolah akibat nyeri berkepanjangan.
Dari cerita-cerita sederhana itu, mahasiswa kemudian menghubungkan berbagai kebiasaan sehari-hari yang ternyata menjadi penyebab utama kerusakan gigi pada anak.
Materi edukasi disampaikan dengan pendekatan yang ringan dan mudah dipahami. Siswa dikenalkan tentang penyebab sakit gigi, dampak kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism), risiko mengunyah hanya pada satu sisi rahang, hingga pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Tak hanya mendengarkan penjelasan, para siswa juga diajak mempraktikkan langsung cara menyikat gigi yang benar menggunakan model gigi yang telah disiapkan.
Gelak tawa dan semangat siswa memenuhi ruangan saat mereka berlomba menunjukkan teknik menyikat gigi yang tepat. Metode belajar sambil bermain membuat materi yang awalnya dianggap membosankan berubah menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Adtya Hidayat mengatakan, kesehatan gigi memiliki hubungan erat dengan kualitas hidup anak, termasuk kemampuan belajar di sekolah.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa kesehatan gigi bukan hanya soal penampilan atau senyum yang bagus. Gigi yang sehat membantu mereka makan dengan nyaman, berbicara dengan baik, dan belajar tanpa terganggu rasa sakit,” ujarnya.
Menurutnya, pembentukan kebiasaan menjaga kesehatan gigi harus dimulai sejak usia sekolah dasar karena pada masa itulah perilaku hidup sehat lebih mudah ditanamkan.
Di Sidrap, isu kesehatan gigi anak masih menjadi perhatian tersendiri. Banyak kasus gigi berlubang ditemukan pada usia sekolah akibat kurangnya pemahaman mengenai cara perawatan gigi yang benar.
Karena itu, program GEMILANG hadir membawa pesan sederhana namun penting: mencegah lebih mudah daripada mengobati.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap siswa SD Negeri 3 Otting dapat menjadikan menyikat gigi dua kali sehari sebagai kebiasaan, mengurangi perilaku yang berisiko merusak gigi, serta lebih peduli terhadap kesehatan mulut mereka.
Sebab di balik senyum ceria anak-anak Sidrap, terdapat investasi kesehatan yang akan menentukan kualitas hidup mereka di masa depan. Sebuah senyum sehat ternyata tidak lahir begitu saja, melainkan dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.
- Sidrap Waspada! Banyak Warga Baru Tahu Kondisi Gula Darahnya Setelah Ikut Program MAKESSING di Posyandu
- Sidrap: “Sikat Gigiku, Senyum Ceriaku”, Mahasiswa Unhas Keliling 3 SD Tanamkan Kebiasaan Sehat Sejak Dini
- “Nak, Cepat Keluar…” Tangis Nenek 70 Tahun Pecah Saat Rumah, Motor dan Traktornya Ludes Dilalap Api di Sidrap
- Nenek 70 Tahun di Sidrap Lolos dari Kobaran Api yang Melalap Rumah dan Traktor
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
