Muhammad Iqbal Pratama Nugraha
muhiqbalpratama1506@gmail.com

SIDRAP — Banyak warga merasa dirinya sehat karena masih mampu beraktivitas setiap hari. Namun tanpa disadari, tekanan darah tinggi dan kadar gula darah yang tidak terkontrol kerap berkembang tanpa gejala hingga akhirnya memicu penyakit serius.

Fenomena inilah yang menjadi perhatian Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin (KKN-Unhas) saat menggelar program AKSARA (Aksi Skrining Kesehatan Masyarakat) di Dusun Passitangeng, Desa Damai, Kecamatan Wattang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (23/7/2026).

Berbeda dengan kegiatan penyuluhan biasa, mahasiswa memilih turun langsung melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga. Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sebelum muncul keluhan yang lebih berat.

Sejak pagi, warga mulai berdatangan ke lokasi pemeriksaan yang dipusatkan di salah satu rumah warga. Mereka mengikuti serangkaian pemeriksaan kesehatan secara gratis, mulai dari pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, tekanan darah, hingga pemeriksaan kadar gula darah.

Bagi sebagian warga, ini menjadi pengalaman pertama mengetahui kondisi kesehatan mereka secara langsung.

Di pedesaan, pemeriksaan kesehatan rutin masih sering terabaikan. Banyak warga baru memeriksakan diri ketika sudah merasakan gejala atau mengalami gangguan kesehatan tertentu. Padahal, hipertensi dan diabetes dikenal sebagai “silent killer” karena dapat berkembang tanpa tanda-tanda yang jelas.

Melalui program AKSARA, mahasiswa KKN-Unhas berupaya mengubah pola pikir tersebut dengan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap deteksi dini penyakit tidak menular.

Warga terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pemeriksaan. Setelah menjalani skrining, mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan yang diperoleh sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk menjaga kesehatan ke depan.

Salah seorang warga Dusun Passitangeng mengaku kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat yang selama ini jarang melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Mabbenefa’ tongeng-tongeng kegiatana’ iyaminne, nasaba de’pa naisseng tekanan dara’ta enrengnge gula dara’ta. Makasi ki’ ri ana’-ana’ mahasiswa KKN-UNHAS, mabbere bantuang lao ri masyaraka’e ri kampotta,” ungkapnya.

Dalam bahasa Indonesia, warga tersebut menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena banyak masyarakat yang sebelumnya belum mengetahui kondisi tekanan darah maupun kadar gula darah mereka.

Program AKSARA dipimpin oleh Muh. Iqbal Pratama Nugraha bersama tim KKN-Unhas Posko Desa Damai sebagai bagian dari pengabdian masyarakat di bidang kesehatan.

Menurut mahasiswa KKN, pemeriksaan sederhana seperti tekanan darah dan gula darah dapat menjadi pintu masuk untuk mendeteksi risiko penyakit lebih awal sehingga masyarakat memiliki kesempatan melakukan pencegahan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui fasilitas kesehatan besar. Edukasi dan pemeriksaan dasar yang menjangkau langsung warga terbukti mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.

Bagi Desa Damai, program AKSARA bukan sekadar kegiatan pemeriksaan gratis. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan dimulai dari mengenali kondisi tubuh sendiri.

Di tengah meningkatnya kasus penyakit tidak menular di berbagai daerah, langkah kecil yang dilakukan mahasiswa Unhas di Sidrap ini membawa pesan penting: mengetahui kondisi kesehatan hari ini bisa menjadi penyelamat bagi masa depan. Karena sering kali penyakit datang bukan tanpa peringatan, melainkan karena tanda-tandanya tidak pernah diperiksa.  (*)

Topik Terkait: Sidrap
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini