Penulis:
Iis Dahalia

Sidrap, katasulsel.com — Banyak orang mengira stunting hanya soal kurang makan.

Tidak sesederhana itu.

Di banyak rumah, makanan sebenarnya tersedia. Susu ada. Bubur ada. Bahkan vitamin juga ada.

Namun satu hal sering terlewat.

Cara memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat.

Inilah yang ditemukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin saat turun langsung ke Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap.

Mereka menemukan masih banyak ibu yang menyimpan pertanyaan yang sama.

“Anak saya sudah enam bulan, boleh langsung makan nasi?”

“Kalau giginya belum tumbuh, bagaimana?”

“MPASI harus dihaluskan terus atau boleh kasar?”

Pertanyaan sederhana.

Tetapi jawabannya menentukan masa depan seorang anak.

Karena kesalahan pemberian MPASI dalam jangka panjang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan otak, hingga risiko stunting.

Itulah sebabnya mahasiswa KKN Unhas menghadirkan program “MPASI Cerdas, Cegah Stunting Sejak Dini” di Desa Aka-Akae.

Program ini dipelopori oleh mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Iis Dahalia, yang melihat pentingnya edukasi gizi sejak usia dini.

Bukan di aula mewah.

Bukan dalam seminar besar.

Melainkan langsung di Posyandu.

Tempat para ibu berkumpul membawa anak-anak mereka.

Kegiatan berlangsung di Posyandu Mattirowalie I dan Mattirowalie II.

Awalnya seperti kegiatan Posyandu biasa.

Balita ditimbang.

Tinggi badan diukur.

Vitamin A diberikan.

Namun setelah itu suasana berubah menjadi ruang belajar yang lebih personal.

Mahasiswa KKN memilih pendekatan yang tidak biasa.

Mereka tidak memberikan ceramah massal.

Mereka mendatangi ibu satu per satu.

Duduk bersama.

Berdiskusi.

Menjawab pertanyaan yang selama ini mungkin tidak pernah sempat ditanyakan.

Pendekatan itu ternyata efektif.

Para ibu lebih terbuka.

Lebih nyaman.

Dan lebih mudah memahami materi.

Ada satu fakta menarik yang muncul selama edukasi berlangsung.

Banyak ibu ternyata belum memahami bahwa tekstur MPASI harus berubah sesuai usia anak.

Masih ada yang terlalu cepat memberikan makanan keluarga.

Ada pula yang terlalu lama memberikan makanan lumat.

Padahal setiap tahap memiliki tujuan berbeda dalam mendukung perkembangan kemampuan makan anak.

Kesalahan kecil itu sering dianggap sepele.

Padahal dampaknya bisa besar.

Mulai dari kurangnya asupan gizi hingga gangguan tumbuh kembang.

Karena itu para peserta mendapatkan leaflet khusus yang berisi panduan lengkap MPASI untuk usia 6 hingga 24 bulan.

Bahkan disertai contoh resep yang bisa langsung dipraktikkan di rumah.

Bagi Sidrap, edukasi seperti ini mungkin terlihat sederhana.

Tetapi sesungguhnya sangat strategis.

Karena perang melawan stunting tidak selalu dimulai dari rumah sakit.

Tidak selalu dimulai dari program miliaran rupiah.

Kadang dimulai dari dapur rumah.

Dari cara seorang ibu menyiapkan makanan pertama bagi anaknya.

Dari pengetahuan sederhana yang kemudian menjadi kebiasaan baik.

Dan dari situlah masa depan generasi Sidrap dibangun.

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan.

Artinya, pendekatan yang dilakukan mahasiswa KKN Unhas berhasil menyampaikan pesan yang ingin dibawa.

Bahwa MPASI bukan sekadar memberi makan.

Tetapi investasi kesehatan jangka panjang.

Mahasiswa KKN mungkin hanya beberapa minggu berada di Aka-Akae.

Namun ilmu yang mereka tinggalkan bisa bertahan bertahun-tahun.

Karena ketika seorang ibu memahami cara memberi makan yang benar, manfaatnya tidak hanya dirasakan satu anak.

Tetapi bisa dirasakan satu generasi.

Dan di tengah upaya menjadikan Sidrap sebagai daerah yang unggul dalam pertanian, pendidikan, dan kesehatan, langkah kecil dari Posyandu di Desa Aka-Akae ini menunjukkan satu hal:

Membangun masa depan ternyata bisa dimulai dari satu sendok MPASI yang diberikan dengan cara yang benar.(*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini