Sidrap, katasulsel.com – Jika berbicara tentang pesta panen di Kabupaten Sidrap, nama Desa Lise hampir selalu muncul di barisan terdepan. Bukan tanpa alasan. Di tengah derasnya perubahan zaman, desa yang berada di Kecamatan Panca Lautang itu masih mampu menjaga satu tradisi yang perlahan mulai jarang ditemukan di banyak tempat: Mappadendang.

Minggu (27/7/2026), tradisi itu kembali menggema. Dentingan alu yang menghantam lesung terdengar bersahut-sahutan. Warga berdatangan dari berbagai penjuru. Anak-anak berlarian di sekitar arena. Orang tua berkumpul menikmati suasana. Semuanya larut dalam pesta syukur atas hasil panen yang berhasil mereka raih.

Momentum tersebut semakin istimewa karena dihadiri langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.

Kehadiran Syaharuddin bukan sekadar memenuhi undangan seremonial. Ia ikut membaur bersama masyarakat, mengikuti prosesi Mappadendang dan Mattojang, dua tradisi yang menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Bugis di Sidrap.

Pemandangan itu sontak menarik perhatian warga. Tak sedikit yang mengabadikan momen saat bupati ikut terlibat dalam prosesi adat yang telah diwariskan turun-temurun tersebut.

Sidrap Tak Hanya Soal Beras, Tapi Juga Tradisi

Selama ini Sidrap dikenal sebagai salah satu lumbung beras terbesar di Sulawesi Selatan. Namun di balik keberhasilan sektor pertanian, terdapat budaya yang menjadi perekat kehidupan masyarakat desa.

Mappadendang adalah salah satunya.

Tradisi ini lahir dari kehidupan petani Bugis sebagai bentuk syukur atas hasil panen. Di masa lalu, suara alu dan lesung bukan sekadar bunyi, tetapi simbol kebersamaan warga setelah berbulan-bulan bekerja di sawah.

Kini, ketika mesin pertanian semakin modern dan aktivitas panen semakin praktis, keberadaan Mappadendang justru memiliki nilai yang semakin penting. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak boleh menghapus identitas budaya masyarakat.

Karena itulah, Desa Lise dianggap berhasil menjaga keseimbangan antara modernisasi pertanian dan pelestarian budaya.

Desa Lise Jadi Cermin Kekuatan Pertanian Sidrap

Bagi masyarakat Sidrap, pesta panen bukan sekadar acara tahunan.

Di balik perayaan itu tersimpan cerita tentang keberhasilan petani menghadapi musim tanam, menjaga produktivitas sawah, hingga mempertahankan posisi Sidrap sebagai daerah penyangga pangan Sulawesi Selatan.

Tema yang diangkat tahun ini, “Menjaga Tradisi, Merajut Kebersamaan, dan Membangun Sinergi antara Masyarakat dan Pemerintah untuk Mewujudkan Sidrap sebagai Lumbung Beras Nasional,” menggambarkan arah pembangunan yang ingin dicapai.

Bukan hanya mengejar produksi beras, tetapi juga memastikan nilai budaya tetap hidup di tengah masyarakat.

Kabar Gembira untuk Warga Lise

Di hadapan warga, Syaharuddin Alrif juga membawa kabar yang disambut antusias.

Ia menyampaikan bahwa program prioritas Pemerintah Kabupaten Sidrap terus berjalan. Salah satu yang paling ditunggu masyarakat Desa Lise adalah pembangunan jalan yang direncanakan mulai dikerjakan tahun depan.

Pernyataan itu langsung mendapat sambutan hangat dari warga yang selama ini berharap peningkatan infrastruktur untuk mendukung aktivitas pertanian dan mobilitas masyarakat.

“Alhamdulillah program prioritas sudah berjalan. Untuk Desa Lise, pembangunan jalan direncanakan mulai dikerjakan tahun depan,” kata Syaharuddin.

Mengapa Desa Lise Penting bagi Sidrap?

Ada alasan mengapa Desa Lise kerap disebut dalam berbagai agenda pertanian dan budaya di Sidrap.

Desa ini menjadi contoh bagaimana masyarakat tetap menjaga tradisi tanpa meninggalkan semangat pembangunan. Di saat banyak daerah mulai kehilangan pesta panen tradisional, warga Lise justru menjadikannya sebagai agenda yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Bagi Sidrap, keberadaan desa seperti Lise memiliki arti penting. Sebab kekuatan daerah ini tidak hanya terletak pada luasnya sawah atau tingginya produksi gabah, tetapi juga pada kemampuan masyarakat mempertahankan nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan leluhur.

Dan ketika dentingan Mappadendang kembali terdengar di Desa Lise, pesan itu terasa semakin jelas: Sidrap tidak hanya sedang memanen padi, tetapi juga memanen kebanggaan atas budaya yang masih terjaga hingga hari ini.(*)

Topik Terkait: Sidrap
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini