Grace Trivosa Arif
gracetrvsarif@gmail.com

SIDRAP — Di balik riuh suara anak-anak saat belajar di kelas, ada persoalan kesehatan yang sering luput dari perhatian banyak orang tua. Bukan demam, bukan flu, melainkan gigi berlubang yang diam-diam mengganggu aktivitas belajar dan tumbuh kembang anak.

Masalah itulah yang menjadi fokus Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Damai saat menggelar program KILAU (Kenali, Lindungi, dan Rawat Gigi untuk Senyum Cerah) di SD Negeri 3 Mojong, Desa Damai, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Senin (27/7/2026).

Sebanyak 27 siswa kelas VI mengikuti kegiatan yang dirancang untuk membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini.

Bagi sebagian anak, gigi berlubang mungkin hanya dianggap rasa sakit yang datang sesekali. Namun di balik itu, terdapat dampak yang jauh lebih besar. Anak yang mengalami sakit gigi cenderung kesulitan berkonsentrasi, malas makan, bahkan tidak jarang absen dari sekolah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa edukasi kesehatan gigi terus didorong di berbagai sekolah di Sidrap.

Dalam program KILAU, mahasiswa Unhas mengajak siswa memahami bagaimana gigi berlubang bisa terbentuk, kebiasaan apa saja yang menjadi pemicunya, serta cara sederhana untuk mencegahnya.

Penyampaian materi dibuat jauh dari kesan membosankan. Anak-anak diajak bermain sambil belajar melalui kuis, permainan edukatif, diskusi kelompok, hingga demonstrasi menyikat gigi yang benar.

Suasana kelas berubah menjadi ruang belajar yang penuh tawa. Setiap pertanyaan yang dilempar mahasiswa langsung disambut tangan-tangan kecil yang berebut menjawab.

Tidak sedikit siswa yang ternyata baru mengetahui bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan manis tanpa membersihkan gigi dapat mempercepat terjadinya kerusakan gigi.

Mahasiswa juga memperlihatkan bagaimana bakteri berkembang di sela-sela gigi yang jarang dibersihkan. Penjelasan sederhana itu membuat para siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan mulut setiap hari.

Untuk mengetahui efektivitas edukasi, peserta mengikuti pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai cara merawat gigi dan mencegah karies.

Program KILAU menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN-PK Unhas mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak-anak di Sidrap melalui pendekatan promotif dan preventif.

Lebih dari sekadar mengajarkan cara menyikat gigi, kegiatan ini membawa pesan bahwa kesehatan gigi adalah investasi jangka panjang yang akan memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Di tengah berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi generasi muda, menjaga gigi tetap sehat mungkin terlihat sederhana. Namun bagi anak-anak Sidrap, kebiasaan kecil itu bisa menjadi awal dari masa depan yang lebih sehat, lebih percaya diri, dan lebih siap meraih cita-cita.

Karena pada akhirnya, senyum cerah bukan hanya soal penampilan. Senyum cerah adalah tanda bahwa seorang anak tumbuh dengan sehat dan bahagia.(*)

Topik Terkait: Sidrap
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini