Vinny Indriani Rampanan
vinnyindrianirampanan@gmail.com

SIDRAP – Masalah gigi berlubang masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang kerap dialami anak usia sekolah. Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas), Vinny Indriani Rampanan, menghadirkan program edukasi bertajuk “Mappasenyum (Membangun Perilaku Anak Peduli Senyum yang Sehat)” di tiga sekolah dasar di Desa Salobukkang, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Program dengan slogan “Sikat Gigiku, Senyum Ceriaku” itu dilaksanakan secara bertahap di SD Negeri 11 Salobukkang pada 17 Juli 2026, SD Negeri 4 Salobukkang pada 21 Juli 2026, dan SD Negeri 14 Salobukkang pada 24 Juli 2026.

Bagi Vinny yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, menjaga kesehatan gigi bukan sekadar soal penampilan, melainkan bagian penting dari tumbuh kembang anak. Karena itu, edukasi diberikan dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.

Di hadapan para siswa, Vinny menjelaskan berbagai materi penting mulai dari manfaat menyikat gigi, teknik menyikat gigi yang benar, waktu terbaik untuk membersihkan gigi, hingga pentingnya memeriksakan kesehatan gigi secara rutin setiap enam bulan sekali.

Tak hanya teori, para siswa juga diajak melihat langsung demonstrasi cara menyikat gigi yang benar. Dengan menggunakan alat peraga, mahasiswa KKN memperlihatkan bagaimana membersihkan seluruh permukaan gigi selama dua menit agar sisa makanan dan plak tidak menumpuk.

Suasana kelas pun berubah menjadi lebih hidup. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka berebut menjawab pertanyaan, mengikuti permainan edukatif, hingga mencoba mempraktikkan teknik menyikat gigi yang telah dicontohkan.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa gigi sehat bukan didapat secara instan. Kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi dua kali sehari bisa menjadi investasi kesehatan yang sangat besar di masa depan,” ujar Vinny.

Menurutnya, banyak anak yang belum mengetahui waktu menyikat gigi yang dianjurkan, yakni setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Padahal kebiasaan tersebut sangat berpengaruh dalam mencegah gigi berlubang maupun masalah kesehatan mulut lainnya.

Respons positif juga datang dari pihak sekolah. Salah seorang guru mengaku senang karena kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.

“Anak-anak terlihat sangat tertarik mengikuti materi. Cara penyampaiannya sederhana dan mudah dipahami. Kami berharap kebiasaan menjaga kesehatan gigi ini bisa terus diterapkan di rumah maupun di sekolah,” ungkapnya.

Program Mappasenyum menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN-PK Unhas dalam mendukung peningkatan kesehatan anak-anak di Sidrap melalui pendekatan promotif dan preventif. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya kesehatan gigi dan mulut, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan hidup sehat secara konsisten.

Dengan senyum yang sehat, anak-anak dapat belajar lebih nyaman, tumbuh lebih percaya diri, dan terhindar dari berbagai gangguan kesehatan yang berawal dari masalah gigi. Di Desa Salobukkang, langkah kecil itu kini mulai ditanamkan sejak bangku sekolah dasar.(*)

Topik Terkait: Sidrap
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini