Rismayana
SIDRAP – Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular yang banyak mengancam masyarakat tanpa gejala yang jelas. Untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya tekanan darah tinggi, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar program edukasi bertajuk WARAS (Wala Gerak Sehat Lawan Hipertensi) di Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Program yang diinisiasi oleh Rismayana, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu (25/7/2026) di Masjid Nurul Taqwa Wala dan Minggu (26/7/2026) di Masjid Fastabiqul Khaerat Wala.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan warga usia produktif mulai 19 hingga 59 tahun. Turut hadir Lurah Wala, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin.
Berbeda dengan penyuluhan biasa, program WARAS dikemas lebih interaktif. Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama yang bertujuan mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik sebagai salah satu langkah mencegah hipertensi.
Setelah itu, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pengetahuan awal mengenai hipertensi sebelum menerima materi edukasi yang disampaikan oleh mahasiswa KKN.
Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat mendapatkan informasi mengenai faktor risiko hipertensi, dampak yang ditimbulkan jika tidak dikendalikan, hingga langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga tekanan darah tetap normal.
Diskusi berlangsung hangat. Sejumlah peserta bahkan berbagi pengalaman mengenai kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam dan upaya mereka menjaga kesehatan di tengah aktivitas sehari-hari.
Sebagai bahan pembelajaran lanjutan, setiap peserta juga menerima leaflet edukasi yang dapat dibawa pulang dan dipelajari kembali bersama keluarga.
Rismayana mengatakan hipertensi sering kali disebut sebagai silent killer karena banyak penderita tidak menyadari kondisinya hingga muncul komplikasi serius.
“Hipertensi dapat dicegah dan dikendalikan melalui pola hidup sehat. Kami berharap masyarakat Sidrap, khususnya warga Kelurahan Wala, semakin rutin berolahraga, mengurangi konsumsi garam, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala,” ujarnya.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, terjadi peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian program. Hal itu terlihat dari perbandingan hasil pre-test dan post-test yang menunjukkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi semakin baik.
Program WARAS menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Sidrap melalui pendekatan promotif dan preventif.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami bahaya hipertensi, tetapi juga mulai menerapkan perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti memperbanyak aktivitas fisik, menjaga pola makan, mengurangi konsumsi garam berlebih, dan rutin memeriksa tekanan darah.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hipertensi, upaya mewujudkan warga Sidrap yang lebih sehat dan produktif di masa mendatang diharapkan dapat semakin mudah tercapai. (*)
- Kapolda Sulsel Bawa “Pasukan Lengkap” ke Sidrap, Resmikan Lapangan Tembak Baru dan Buka Bupati Cup II 2026
- Tambang “Misterius” di Belakang Kantor Lurah Lawawoi Disorot, Warga Sidrap: Siang Malam Beroperasi, Izinnya Mana?
- Sidrap Masih Dibayangi Kasus Gigitan Hewan, Mahasiswa Unhas Turun ke Sekolah Bentuk “Pasukan Cilik” Lawan Rabies
- Mahasiswa KKN-PK Unhas Gelar SIPAKATAU di Desa Leppangeng Sidrap, Wujudkan Masyarakat Sehat melalui Etnomedisin Berbasis Bukti Ilmiah
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
