Penulis:
Astri Auliyah

SIDRAP, KATASULSEL.COM — Suasana belajar di SD Negeri 1 Amparita, Kelurahan Arateng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), mendadak berbeda dari biasanya. Puluhan siswa kelas 5 tampak antusias mengelilingi meja praktik, memegang kabel, baterai, dan lampu kecil sambil mencoba memahami rahasia di balik nyalanya sebuah lampu.

Momen itu merupakan bagian dari program edukatif bertajuk “Smart Electricity for Kids” yang digelar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas).

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berupaya mengenalkan dunia kelistrikan kepada anak-anak dengan cara yang sederhana, aman, dan menyenangkan. Tujuannya bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya keselamatan dalam penggunaan listrik serta kebiasaan menghemat energi.

Kegiatan diawali dengan pengenalan konsep dasar kelistrikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Para mahasiswa menjelaskan bagaimana listrik bekerja dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menyalakan lampu hingga mengoperasikan berbagai peralatan rumah tangga.

Tak hanya itu, siswa juga diajak mengenali berbagai risiko yang dapat muncul akibat penggunaan listrik yang tidak benar. Materi tentang bahaya korsleting, kabel rusak, hingga risiko sengatan listrik disampaikan melalui diskusi interaktif yang membuat anak-anak berani bertanya dan berbagi pengalaman mereka.

Yang menarik, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan materi secara teori. Mereka menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyata melalui sesi praktik pembuatan rangkaian listrik sederhana.

Pada sesi tersebut, setiap kelompok siswa diberikan peralatan berupa baterai, kabel, dan lampu kecil. Dengan penuh rasa ingin tahu, mereka mencoba menyusun rangkaian hingga lampu berhasil menyala.

Sorak gembira langsung terdengar ketika lampu-lampu kecil itu menyala untuk pertama kalinya.

Bagi sebagian siswa, pengalaman tersebut menjadi momen pertama mereka memahami secara langsung bagaimana arus listrik mengalir dan bekerja.

Selain menambah pengetahuan teknis, kegiatan praktik itu juga melatih kemampuan berpikir logis, kreativitas, serta kerja sama antarsiswa dalam memecahkan masalah.

Mahasiswa KKN Tematik Unhas menjelaskan bahwa pendekatan belajar sambil bermain dipilih agar materi yang terkesan rumit dapat diterima dengan lebih mudah oleh anak-anak.

Metode tersebut terbukti efektif. Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat aktif bertanya, mencoba sendiri setiap tahapan praktik, bahkan saling membantu ketika mengalami kesulitan merangkai komponen listrik.

Antusiasme para peserta menjadi bukti bahwa pendidikan sains dan teknologi dapat disampaikan dengan cara yang menarik apabila dikemas sesuai dengan usia dan karakteristik anak.

Melalui program “Smart Electricity for Kids”, mahasiswa KKN Tematik Unhas berharap siswa-siswi SD Negeri 1 Amparita tidak hanya memahami dasar-dasar kelistrikan, tetapi juga mampu menerapkan perilaku aman saat berinteraksi dengan perangkat listrik di rumah maupun di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, edukasi mengenai penghematan energi juga menjadi pesan penting yang ingin ditanamkan. Kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu saat tidak digunakan, mencabut charger setelah dipakai, dan menggunakan listrik secara bijak diharapkan dapat tumbuh menjadi budaya positif sejak usia dini.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan manfaat melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui transfer pengetahuan yang dapat menjadi bekal berharga bagi generasi muda.

Melalui kegiatan-kegiatan edukatif seperti ini, mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tidak selalu harus diajarkan di ruang kelas. Dengan pendekatan yang kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, pembelajaran dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membekas bagi anak-anak.

Di Kelurahan Arateng (Amparita lama, red), nyala lampu kecil hasil rangkaian para siswa siang itu bukan sekadar percobaan sederhana. Ia menjadi simbol tumbuhnya rasa ingin tahu, keberanian belajar, dan harapan lahirnya generasi yang lebih cerdas dalam menggunakan energi di masa depan. (*)

Topik Terkait: Sidrap
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini