Veda membutuhkan kestabilan motor agar bisa mempertahankan kecepatan tanpa terlalu banyak menguras ban.

Satu hal yang membuat balapan ini semakin menarik adalah persaingan Veda dengan Hakim Danish.

Hakim akan memulai balapan dari posisi ketiga, sementara Veda dari posisi kedelapan. Keduanya hanya terpaut 0,332 detik dalam kualifikasi.

Hakim tentu memiliki keuntungan karena start dari barisan depan dan tampil di hadapan publik Malaysia.

Namun, Veda sebaiknya tidak menjadikan Hakim sebagai satu-satunya sasaran. Fokus utamanya harus mengejar kelompok terdepan.

Jika terlalu sibuk berduel dengan satu pebalap, peluang mendekati Quiles dan Uriarte bisa terlewat.

Moto3 dikenal dengan persaingan rombongan yang rapat. Posisi bisa berubah berkali-kali dalam satu balapan.

Karena itu, Veda perlu menjaga ritme sejak awal, mengelola penggunaan ban, dan mempertahankan kontak dengan kelompok depan.

Jika mampu bertahan dalam rombongan terdepan hingga tiga lap terakhir, peluang melakukan serangan untuk merebut podium akan semakin terbuka.

Tantangannya bukan hanya kecepatan, tetapi juga keberanian mengambil keputusan pada momen yang tepat.

Dari posisi kedelapan, jalan menuju podium memang tidak sederhana. Tetapi selisih waktu yang tipis dalam kualifikasi memberi gambaran bahwa Veda masih memiliki ruang untuk bersaing.

Kini, publik Indonesia menunggu pembuktian pebalap muda tersebut di Sepang.

Lima besar pada lap awal menjadi target penting. Sebab, jika Veda mampu menembus rombongan depan sejak awal, peluang untuk mengakhiri balapan di podium akan tetap terbuka.

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru