Gowa, Katasulsel.com – Aktivitas alat berat dan lalu lalang truk pengangkut tanah di Dusun Pare’balang, Desa Mandalle, Kecamatan Bajeng Barat, mulai menjadi perhatian warga setempat.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah warga mengaku melihat kendaraan pengangkut material keluar masuk lokasi hampir setiap hari. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat terkait aktivitas yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Selain meningkatnya mobilitas kendaraan berat, warga juga mengeluhkan debu yang disebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang bermukim tidak jauh dari lokasi.

“Setiap hari ada truk keluar masuk. Debunya juga mulai terasa. Warga tentu bertanya-tanya sebenarnya kegiatan apa yang sedang berjalan di sana,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas pengerukan tanah di lokasi disebut berkaitan dengan pekerjaan percetakan sawah. Namun demikian, sebagian warga berharap adanya penjelasan yang lebih terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Kekhawatiran warga bukan hanya terkait debu yang beterbangan, tetapi juga dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan kondisi jalan yang setiap hari dilalui kendaraan pengangkut material.

Sorotan serupa datang dari aktivis Gowa, Syaripuddin Dg Tarra. Ia meminta pemerintah dan aparat terkait turun melakukan pengecekan lapangan guna memastikan seluruh aktivitas yang berlangsung telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, setiap kegiatan yang berkaitan dengan pengambilan material tanah harus dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

“Warga berhak mendapatkan penjelasan. Jika semua telah sesuai aturan tentu harus disampaikan kepada masyarakat. Sebaliknya, jika ada pelanggaran, maka harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Syaripuddin juga meminta instansi terkait tidak menunggu polemik berkembang lebih jauh sebelum melakukan pengecekan di lapangan.

Saat ini masyarakat Desa Mandalle berharap ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai aktivitas tersebut, sehingga tidak muncul berbagai dugaan dan informasi yang simpang siur di tengah warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola kegiatan terkait status dan legalitas aktivitas yang berlangsung di lokasi tersebut. Katasulsel.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.(*)