Bagi generasi muda, itu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang hari ini dinikmati bukanlah hadiah yang datang begitu saja.
Usai pengibaran, suasana semakin khidmat saat Bupati Yusuf Ritangnga memimpin mengheningkan cipta.
Seluruh peserta menundukkan kepala.
Sejenak, Enrekang seperti berhenti bergerak.
Tidak ada jabatan.
Tidak ada perbedaan.
Yang ada hanya satu identitas: Indonesia.
Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Enrekang, Ikrar Eran Batu, yang menggema di seluruh lapangan dan mengingatkan kembali pada kalimat bersejarah yang mengubah arah perjalanan bangsa.
Peringatan HUT RI ke-81 di Enrekang tahun ini mungkin hanya berlangsung beberapa puluh menit.
Namun maknanya jauh lebih panjang.
Karena sesungguhnya, kemerdekaan tidak hanya hidup di dalam buku sejarah.
Ia hidup di lapangan-lapangan upacara.
Di wajah para veteran.
Di langkah para pelajar.
Dan di hati masyarakat yang pagi itu berdiri bersama, menatap satu bendera yang berkibar di langit Enrekang.
Bendera yang sama.
Bendera yang selama 81 tahun mengingatkan bangsa ini bahwa persatuan selalu lebih besar daripada perbedaan. (FungFi)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Enrekang Hari Ini .
