Sidrap, Katasulsel.com — Pemandangan berbeda terlihat di Area Camping Data’e, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sabtu (18/7/2026).
Biasanya kawasan wisata alam itu dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati udara segar dan hamparan hijau perbukitan. Namun akhir pekan ini, lokasi tersebut berubah menjadi “kampung ilmu” terbesar di Bumi Nene Mallomo.
Lebih dari 500 guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Sidrap berkumpul dalam satu agenda yang tidak membahas sertifikasi, tidak membicarakan kenaikan tunjangan, dan bukan pula kegiatan formal yang penuh seremoni
Mereka datang untuk belajar.
Ya, belajar dari sesama guru.
Kegiatan itu bertajuk Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII, sebuah gerakan yang digagas Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) dan kini menjadi salah satu forum pendidikan terbesar yang rutin digelar di Sidrap.
Mengusung tema “Cita-Cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia”, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 18 hingga 19 Juli 2026, menghadirkan suasana berbeda dari seminar pendidikan pada umumnya.
Tidak ada sekat antara guru senior dan guru muda. Tidak ada kursi kehormatan yang mencolok. Semua peserta datang sebagai pembelajar.
Kepala KGBN Sidrap, Rahmat Ahmad, mengatakan penyelenggaraan TPN di Kabupaten Sidrap telah memasuki tahun ketiga dan terus menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa.
Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini mengandung pesan bahwa perubahan besar tidak harus lahir dari kota besar.
Justru desa-desa memiliki peluang menjadi pusat lahirnya gagasan pendidikan yang mampu menjawab tantangan global.
“Melalui tema tahun ini, kami ingin mengajak para pendidik membangun cita-cita bersama dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat, dimulai dari desa hingga mampu menjawab tantangan dunia,” ujarnya.
Rahmat mengaku antusiasme guru di Sidrap terus meningkat dari tahun ke tahun.
Hal itu terlihat dari jumlah peserta yang mencapai lebih dari 500 orang dan memadati kawasan Data’e sejak hari pertama kegiatan.
Bagi banyak peserta, TPN bukan sekadar agenda tahunan.
Ia telah menjadi ruang bertemunya ide, pengalaman, dan inspirasi yang sering kali tidak ditemukan dalam pelatihan formal.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Wilayah IV, Dr. Settaraming, S.Pd., M.Si.
Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi terhadap konsistensi KGBN yang terus menghadirkan ruang belajar alternatif bagi para pendidik.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan fasilitas, tetapi juga oleh kemauan guru untuk terus belajar dan beradaptasi.
Selama dua hari, peserta akan mengikuti berbagai agenda mulai dari talkshow pendidikan, berbagi praktik baik, pentas seni, hingga lomba cerdas cermat yang dikemas dalam suasana santai namun sarat makna.
Sejumlah tokoh pendidikan nasional juga hadir memberikan inspirasi, di antaranya Ketua Umum Komunitas Guru Belajar Nusantara Ari Wibowo Shinoda, Pengurus Yayasan dan Tim Akademik Sekolah Cikal Rosmayanti Mutiara, serta Inisiator Komunitas Belajar Qaryah Thayyibah Bahruddin.
Kehadiran mereka menambah semarak pertemuan yang kini mulai dikenal sebagai salah satu forum guru paling hidup di Sulawesi Selatan.
Di tengah berbagai tantangan pendidikan yang terus berubah, dari perkembangan teknologi hingga perubahan karakter peserta didik, para guru di Sidrap tampaknya memilih satu cara sederhana untuk bertahan: terus belajar.
Dan akhir pekan ini, lebih dari 500 guru membuktikan bahwa semangat belajar itu masih hidup.
Bahkan tumbuh subur di Data’e, Sidrap. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
